Masa Depan Ruben Amorim di Manchester United Kian Tak Jelas

Rúben Amorim di musim pertamanya bersama Manchester United tanpa mengesankan. Foto: via ESPN

edisiana.com – Masa depan Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United mulai dipertanyakan seiring dengan performa inkonsisten tim yang ditanganinya. Meski sebelumnya digadang-gadang sebagai sosok revolusioner, kini kabar pergantiannya mulai mencuat ke permukaan.

Beberapa nama pelatih top mulai dikaitkan dengan kursi panas di Old Trafford. Salah satu yang kembali disebut adalah mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, yang memang sudah lama menjadi incaran Setan Merah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, mantan striker Burnley, Southampton, dan QPR, Charlie Austin, justru melontarkan nama mengejutkan sebagai kandidat ideal: Sean Dyche. Menurutnya, manajer Everton itu bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menstabilkan tim.

BACA JUGA:  Empat Gol, Empat Poin, dan Barça Berikan Pesan Tegas ke La Liga

“Saya rasa [Amorim] harus pergi. Kalau itu keputusan saya, saya akan mengincar Zinedine Zidane,” ujar Austin, dikutip dari Daily Express, Sabtu, 13 September 2025.

Namun, Austin juga mengakui bahwa Zidane belum tentu menjadi sosok yang tepat dalam konteks kondisi United saat ini.

“Zidane adalah pilihan utama saya. Tapi apakah dia cocok dengan pekerjaan ini dan bagaimana kita melihat situasi klub sekarang, mungkin tidak,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Pep: Akan Banyak Drama Setelah Kemenangan Derby

Austin pun menyebut Dyche sebagai alternatif yang lebih realistis.”Kita harus melihat apa yang dilakukan Sean Dyche di Burnley, dan sekarang di Everton. Dia menstabilkan klub. Setidaknya dia bisa membangun struktur di Manchester United,” lanjutnya.

“Zidane memang yang terbaik bagi saya, tapi apa yang paling dibutuhkan MU saat ini adalah struktur—dan Sean Dyche adalah sosok yang bisa memberikan itu. Saya tahu para penggemar akan mencibir, tapi tim ini butuh fondasi yang jelas.”

BACA JUGA:  Liverpool Raih Kemenangan Pertama Pramusim

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub mengenai nasib Amorim. Namun, spekulasi terus berkembang seiring dengan semakin kerasnya tekanan dari para pendukung dan pengamat sepak bola Inggris.(maq)