edisiana.com – Real Madrid kembali diguncang badai. Xabi Alonso resmi meninggalkan kursi pelatih Los Blancos setelah belum genap delapan bulan menjabat.
Perpisahan itu diumumkan sebagai “kesepakatan bersama”, namun aroma ketegangan di balik layar tak bisa disembunyikan. Hanya berselang beberapa menit, Madrid langsung menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai penggantinya.
Mantan bek sayap Real Madrid dan timnas Spanyol itu dipromosikan dari Castilla, menandai langkah berani Florentino Pérez di tengah situasi genting.
Arbeloa, yang belum pernah menangani tim senior, kini dipercaya memimpin ruang ganti Bernabéu. Kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada Minggu lalu menjadi titik balik.
Madrid tak hanya kalah dari rival abadinya, tetapi juga tertinggal empat poin dari Barça di La Liga—sebuah jarak yang terasa berat di ibu kota.
Menurut laporan BBC Sport, hari-hari terakhir Alonso dipenuhi konflik. Ia disebut terlibat adu argumen dengan Kylian Mbappé terkait pendekatan taktik jelang final, sekaligus berselisih paham dengan Presiden Florentino Pérez. Keputusan berpisah pun diambil pada hari yang sama, cepat dan tanpa kompromi.
Ironisnya, Alonso bukan sosok asing bagi Madrid. Ia menghabiskan lima musim sebagai pemain di klub ini, sebelum membangun reputasi sebagai pelatih dengan membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga 2024.
Ia tiba di Bernabéu musim panas lalu untuk menggantikan Carlo Ancelotti, namun kisah itu berakhir jauh lebih cepat dari dugaan.
“Xabi Alonso akan selalu mendapat kasih sayang dan kekaguman dari seluruh madridista. Ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub ini. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya,” tulis klub dalam pernyataan resmi.
Madrid juga menyampaikan terima kasih kepada Alonso dan stafnya atas dedikasi mereka, seraya mendoakan kesuksesan di babak baru kariernya.
Di sisi lain, Mbappé memberikan penghormatan lewat Instagram Story.
“Meski singkat, sungguh menyenangkan bisa bermain untuk Anda dan belajar dari Anda. Terima kasih atas kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih dengan ide-ide yang jelas dan pemahaman sepak bola yang luar biasa. Semoga sukses.”
Kini sorotan tertuju pada Arbeloa. Sejak 2020 ia membina tim junior Madrid, memahami DNA klub dari akar terdalam.
Namun melompat ke kursi panas tim utama adalah ujian yang sama sekali berbeda. Bernabéu menunggu. Tekanan sudah siap. Dan di Madrid, waktu—seperti biasa—tak pernah bersabar.(maq)











