DPR Sahkan Alokasi Anggaran 2025 BP Batam Lebih Rp1,9 T

Ketua BP Batam, Muhammad Rudi dan jajarannya saat RDP dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Humas

edisiana.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan alokasi anggaran BP Batam tahun 2025 sebesar Rp1.992.728.199.000. Anggaran itu untuk program dukungan manajemen dan pengembangan kawasan strategis.

“Komisi VI DPR RI menyetujui alokasi anggaran BP Batam Tahun Anggaran 2025 sesuai Surat Badan Anggaran DPR RI,” tutur Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, M. Sarmuji dalam pembacaan kesimpulan.

Hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu sore, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; seluruh Anggota Bidang dan sejumlah pejabat eselon II.

“Semoga anggaran yang telah ditetapkan dapat disinkronisasi dengan visi misi pembangunan pemerintahan ke depan dan betul-betul bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” tegasnya menambahkan kepada seluruh pimpinan badan yang hadir.

BACA JUGA:  Yuna: Luar Biasa Sekali Batam Sekarang

Usai pemaparan dari Kepala BSN dan Ketua KPPU, Kepala BP Batam Muhammad Rudi memaparkan secara singkat desain Pagu Belanja BP Batam Tahun 2025 dan Rencana Kerja yang akan dilakukan.

Ia mengapresiasi Komisi VI DPR RI atas segala dukungannya, baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan BP Batam sejak Tahun 2019 saat dirinya mulai memimpin Batam.

Adapun, prosentase komponen pagu anggaran BP Batam, bersumber dari PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 99,2 persen; Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar 0,44 persen; dan Rupiah Murni Pendamping Pinjaman Luar Negeri (RMP-PLN) sebesar 0,29 persen.

Pagu Belanja tersebut, dialokasikan untuk dua program, yaitu: Program Dukungan Manajemen 45,49 persen dan Program Pengembangan Kawasan Strategis 54,51 persen.

Muhammad Rudi menjabarkan dalam Program yang pertama yaitu Dukungan Manajemen, kegiatan utamanya adalah kegiatan operasional, seperti pengelolaan pegawai, pengelolaan organisasi, kegiatan pemeliharaan, jasa, dan kehumasan.

BACA JUGA:  Waduk Duriangkang dan Tembesi Punya Potensi Besar Produksi Energi Hijau

Sedangkan kegiatan-kegiatan dalam Program yang kedua adalah berbagai kegiatan yang mendukung perijinan bagi investor, logistik serta Program Prioritas berupa Pembangunan Sarana dan Prasarana untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur kawasan.

Dalam Program Pengembangan Kawasan Strategis, juga terdapat pengembangan beberapa layanan seperti layanan kepelabuhanan, penyediaan air bersih, rumah sakit dan lainnya.

Serta, tak kalah penting yakni pengembangan infrastruktur kawasan untuk menarik investasi serta mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City yaitu Pembangunan Prasarana Bidang Perumahan dan Pemukiman.

“Salah satu fokus besar kita adalah membuat Batam-Rempang-Galang menjadi kawasan ekonomi yang makin modern dan mampu bersaing,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi juga mengatakan tema Pembangunan KPBPB Batam Tahun 2025 adalah Percepatan Peningkatan Investasi Melalui Pengembangan Kawasan dan Pembangunan Infrastruktur.

BACA JUGA:  Keren! BP Batam Raih Anugerah Reksa Bandha

Hal tersebut sejalan dengan Tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yaitu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Program BP Batam turut mendukung Prioritas Nasional Lima (PN 5) yaitu melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan Industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.(maq)