edisiana.com – Gol pembuka Jude Bellingham dalam duel melawan Norwegia kini menjadi pusat kontroversi. Tim Skandinavia meyakini gol tersebut seharusnya tidak pernah disahkan karena proses terjadinya dinilai melanggar regulasi pertandingan.
Insiden bermula saat tendangan gawang Ørjan Nyland mengenai kabel spidercam yang membentang di atas lapangan.
Melansir MD, rekaman pertandingan memperlihatkan bola kemudian jatuh hampir secara vertikal ke arah Elliot Anderson, yang langsung memulai rangkaian serangan hingga berujung pada gol Bellingham.
Norwegia langsung melayangkan protes setelah bola bersarang di gawang. Mereka berpendapat sentuhan bola dengan kabel kamera mengharuskan wasit menghentikan permainan sebelum serangan berlanjut.
Kemarahan Norwegia semakin memuncak karena merasa kembali dirugikan oleh keputusan VAR. Menurut mereka, ada dua momen krusial sepanjang 90 menit yang tidak ditangani dengan semestinya oleh teknologi tersebut.
Sehingga laga harus berlanjut hingga babak tambahan—situasi yang diyakini bisa dihindari.
Berdasarkan Laws of the Game, apabila bola mengenai objek luar seperti kabel kamera yang berada di atas lapangan, wasit seharusnya menghentikan pertandingan dan melanjutkannya dengan bola jatuh (dropped ball).
Dalam situasi ini, bola semestinya diberikan kepada Norwegia sebagai tim terakhir yang menyentuh bola.
Namun, Clement Turpin membiarkan permainan tetap berjalan, sementara VAR tidak melakukan intervensi.
Keputusan itu kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai kesalahan besar yang memberikan dampak langsung terhadap jalannya pertandingan.(maq)










