edisina.com – Aston Villa meraih kemenangan dramatis yang sarat emosi pada Rabu malam di Villa Park. Dalam laga yang berjalan ketat dan penuh tensi, gol bunuh diri Jack
Hinshelwood pada menit ke-86 menjadi penentu kemenangan tuan rumah atas Brighton — sebuah akhir yang terasa kejam bagi tim tamu.
Sorotan utama sebenarnya tertuju pada James Milner. Gelandang veteran itu masuk sebagai pemain pengganti di awal laga untuk mencatatkan penampilan ke-653 di Premier League.
Dan ia menyamai rekor Gareth Barry sebagai pemain dengan jumlah laga terbanyak di kompetisi tersebut.
Sebuah tonggak sejarah yang menegaskan konsistensi dan daya tahannya di level tertinggi sepak bola Inggris.
Namun, malam yang seharusnya menjadi perayaan berubah menjadi kisah pahit.
Brighton, yang tampil lebih terorganisir dan berani sepanjang pertandingan, harus menerima kenyataan pahit ketika bola justru bersarang di gawang sendiri lewat sentuhan Hinshelwood di menit-menit akhir.
Villa pun mengamankan tiga poin yang, jika melihat jalannya laga, terasa lebih sebagai keberuntungan ketimbang dominasi.
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, tetap melihat sisi positif dari malam tersebut. Meski gagal membawa pulang hasil, ia menegaskan arti penting Milner bagi tim dan sepak bola Inggris.
“Milner adalah panutan bagi para pemain muda, dia profesional, dia luar biasa, disiplin,” ujar Hurzeler, seperti dikutip dari BBC.
Di tengah selebrasi Villa Park, ada rasa getir yang menyelimuti Brighton. Sepak bola kembali menunjukkan wajahnya yang tak terduga: satu momen kecil cukup untuk mengubah narasi, dari malam perayaan menjadi kisah penuh ironi.(maq)









