Bola  

Ini Alasan Pep Guardiola Menarik De Bruyne

De Bruyne mempertanyakan kepada Pep Guardiola kenapa dirinya ditarik. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Kevin De Bruyne marah ditarik keluar oleh pelatihnya saat Manchester City bermain imbang 1-1 dengan  Liverpool di Anfield. Di luar dugaan,   Pep Guardiola malahan memujinya.

De Bruyne dikorbankan untuk mendapatkan kembali kendali permainan. Sebab, Liverpool terus menekan di area penalti City di babak kedua.

Saat meninggalkan lapangan dia terlihat marah. Bahkan saat ia duduk di bangku cadangan pun masih kesal. Pep lantas mendatanginya dan memberikan alasan penarikan itu.

Pergantian City terjadi setelah periode dominasi The Reds. Guardiola memutuskan untuk memasukkan Jeremy Doku dan Mateo Kovacic menggantikan pemain Belgia itu dan Julian Alvarez. 

“Saya senang melihatnya. Aku suka kalau dia kesal, itu bagus. Dia bahagia sekarang. Saya tahu apa yang kami lewatkan, kami gagal menjaga bola. Setelah (dia keluar) kami melakukannya dengan lebih baik. Kami membutuhkannya dan dia penting,” kata Guardiola dinukil dari Daylimail pada Senin ini.

Menurut Guardiola, timnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Bahkan sebelum gol terjadi, terlihat reaksi pemain yang ingin menang.

“Setelah babak pertama sulit karena mereka punya (Wataru) Endo dan (Alexis) Mac Allister. Jadi mereka punya pengumpan ekstra dan kualitas untuk bermain dibandingkan sebelumnya lebih langsung,” jelasnya.

Pelatih Catalan mengatakan bermain di Anfield melawan tim Jurgen Klopp seperti tsunami. The Reds membanjiri  Manchester City dengan gelombang peluang dalam waktu 25 menit di babak kedua.

Liverpool menghentikan kendali sang juara atas permainan. Untung pertandingan bisa berjalan baik. Guardiola senang dengan  timnya berhasil mengatasi tekanan Liverpool.

Alexis Mac Allister membatalkan gol pembuka John Stones dari titik penalti. Usai Darwin Nunez dilanggar oleh kiper Ederson.

“Dengan Mateo, John (Stones) dan Rodri, kami kemudian memiliki kualitas untuk bermain dan menjaga bola. Kami punya peluang. Kami ingin mempertahankan bola tapi terkadang tidak bisa, tapi mereka adalah tim terbaik yang pernah saya lihat dalam menekan,” jelas mantan pemain Barcelona itu.(maq)