edisiana.com – Everton gagal memanfaatkan peluang emas. Bermain di Stadion Hill Dickinson, Toffees justru tumbang 1-2 dari Bournemouth pada Selasa malam.
Padahal, laga sempat berjalan sesuai harapan tuan rumah. Penalti Iliman Ndiaye di babak pertama membawa Everton unggul dan memantik optimisme di tribun.
Kemenangan akan mengangkat mereka ke posisi keenam—tiket tak terduga menuju kompetisi Eropa.
Namun, peluang itu perlahan menguap. Dua kegagalan beruntun Thierno Barry dari jarak enam yard menjadi titik balik. Keduanya tampak sepele, tetapi berujung fatal.
Petaka datang di awal babak kedua.
Dalam rentang delapan menit, Everton runtuh. Dua gol bersarang di gawang sendiri, ditambah kartu merah untuk Jake O’Brien yang membuat situasi makin sulit.
Rayan menebus kesalahannya di babak pertama—yang berujung penalti—dengan sundulan bebas tanpa pengawalan. Itu menjadi gol keduanya dalam dua penampilan beruntun.
Amine Adli kemudian menambah penderitaan Everton. Dua gol yang dipastikan membuat David Moyes naik pitam di pinggir lapangan.
Kekalahan ini mempertegas rapuhnya Everton di kandang. Sejak 8 November, mereka hanya mencatat satu kemenangan di tepi Sungai Mersey.
Melansir ESPN, total kekalahan kandang kini mencapai lima laga, lebih banyak daripada kemenangan yang baru empat kali.
Performa seperti ini jelas bukan modal ideal. Dan mimpi Everton untuk mencicipi kompetisi Eropa musim depan kian mengecil.(maq)











