edisiana.com – Barcelona, dengan gaya khas drama Eropa, kembali menolak untuk menyerah. Di Montjuïc, tim Hans Flick menumbangkan Eintracht Frankfurt 2-1 dalam laga penuh ketegangan yang layak disiarkan ulang di ruang trofi.
Barça memasuki ruang ganti dalam kondisi rumit, tertinggal 0-1 akibat gol Knauff pada menit ke-27. Sebuah babak pertama yang membuat publik culé menggigit kuku, dan awal babak kedua pun tak menjanjikan apa-apa.
Frankfurt keluar dari kamar ganti seperti tim yang ingin menyelesaikan urusan lebih cepat, menggempur pertahanan Blaugrana dari segala sisi.
Namun sepak bola, terutama versi Barcelona di Eropa musim ini, selalu menyisakan bab drama.
Jules Koundé, sang bek yang biasanya menjadi tembok, tiba-tiba berubah menjadi penyerang mematikan. Dalam rentang dua menit, ia menyundul dua bola yang mengubah malam muram menjadi pesta Montjuïc.
Gol pertamanya lahir dari umpan silang surgawi Marcus Rashford, yang masuk menggantikan Fermín saat jeda.
Sebuah keputusan berani Flick yang langsung membayar tunai. Itu menjadi gol kedua Koundé musim ini dan assist kesepuluh Rashford, yang semakin mengokohkan statusnya sebagai pemasok servis premium.
Kemudian di menit ke-53 untuk membalikkan keadaan berkat assist dari Rashford dan Lamine Yamal.
Melansir MD, comeback ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah napas hidup Barça dalam perburuan lolos langsung ke delapan besar, sekaligus cara terbaik untuk menolak ancaman babak play-off Januari.
Montjuïc bergetar. Barcelona masih hidup. Liga Champions masih mendengar nama mereka.(maq)











