Bayern Munich  Tumbangkan Sporting 3-1 di Malam Liga Champions yang Memanas

Pemain muda Banyern, Karl tampil gemilang. Foto: via BBC

edisiana.com – Bayern Munich meraih kemenangan penting 3-1 atas Sporting pada Rabu, 10 Desember, sebuah laga yang penuh ketegangan, drama, dan momen khas Champions League—persis seperti yang disukai publik Bavaria.

Sejak menit pertama, Bayern tampil seperti tim yang ingin menyelesaikan urusan lebih awal. Karl sempat menggetarkan jala lawan, namun selebrasinya buyar setelah bendera offside terangkat.

Harry Kane lalu hampir membuka skor dengan sepakan melengkung rendah yang hanya diselamatkan tiang gawang—sebuah aksi yang membuat seluruh Allianz Arena menahan napas.

Namun Sporting bukan tamu yang datang untuk berfoto. Tim asal Portugal itu mengancam lewat serangan balik cepat, dan tepat sembilan menit setelah jeda, mereka membuat stadion terdiam.

BACA JUGA:  Foden Dijadikan Bayang - Bayang Haaland

Joshua Kimmich, dalam upaya putus asa memotong umpan silang Ivan Fresneda, justru mengarahkan bola ke gawang sendiri. Bayern tertinggal 0-1, dan tekanan mulai terasa.

Tetapi juara Jerman ini bukan tim yang mudah diguncang. Sepuluh menit kemudian, Serge Gnabry—dibiarkan berdiri sendirian di area lima yard—menyambar bola dengan voli ke tiang jauh, dan menghidupkan kembali api perlawanan Bayern. Allianz Arena meledak.

Momentum berbalik total. Pada menit ke-69, Karl membuktikan bahwa gol yang dianulir di babak pertama hanya pemanasan.

BACA JUGA:  Santo Belum Punya Obat untuk Angkat Performa West Ham

Menerima umpan lambung sempurna dari Konrad Laimer, ia mengendalikan bola dengan tenang sebelum menembakkan penyelesaian cerdas ke gawang.

Rui Silva sempat menyentuh bola, namun gagal menghentikannya—sebuah momen yang mungkin akan menghantuinya malam ini.

Dan Bayern belum selesai. Jonathan Tah, sang benteng pertahanan, naik ke atas dan memastikan kemenangan melalui sontekan jarak dekat usai sundulan Gnabry dari situasi bola mati. 3-1. Sporting kehabisan napas, Bayern berpesta.

Dengan hasil ini, menurut laporan BBC, Bayern menyamai perolehan poin Arsenal di puncak klasemen, meski memainkan satu laga lebih banyak—sebuah balapan yang menjanjikan drama besar hingga akhir fase grup.

BACA JUGA:  Bos Leicester Sudah Pelajari Permainan City

Bayern masih hidup, masih lapar, dan kembali menunjukkan taringnya di Eropa.(maq)