Kekalahan City Jadi Catatan Terburuk Pep

Pemain Brighton merayakan gol kemenangan di kandang City. Foto: Daily Mail

edisiana.com – Brighton mengejutkan.  Bangkit dari ketertinggalan untuk  mengalahkan juara juara bertahan, Manchester dengan skor 2-1 di Liga Premier, pada dinihari tadi.

Kekalahan ini merupakan catatan terburuk City sejak Guardiola mengambil alih pada tahun 2016.Manchester City kalah dalam pertandingan keempat berturut-turut.

City belum pernah kalah empat kali berturut-turut di semua kompetisi sejak 2006. Dua tahun sebelum klub diambil alih oleh Abu Dhabi.

Dan ini menjadi catatan terburuk Pep Guardiola dalam karir manajerialnya. Sebab ia tidak pernah kalah dalam empat pertandingan berturut-turut di mana pun memegang klub.

BACA JUGA:  Harga Tiket Naik, Eh Wrexham Kalah Pula, Ya Menuai Kritik

Selama di Bayern Munich, tim asuhan hanha Guardiola kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut setelah kalah dalam adu penalti pada musim 2014-15.

“Saya akan merenung dalam 10 hari ini. Tenangkan pikiran, pemain kembali bugar, ini targetnya,” kata Guardiola  dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Kami mencoba menganalisis bagaimana performa kami, empat kali berturut-turut. Pertanyaannya adalah bagaimana kami bermain. Level permainan kami sangat bagus di saat-saat tertentu, tetapi kami tidak mampu melanjutkannya,” jelasnya.

Erling Haaland membawa City unggul pada menit ke-23 dengan golnya yang ke-12 sepanjang musim ini.

BACA JUGA:  Liverpool Telah Melewati Badai

Namun Brighton bangkit lewat gol Joao Pedro yang menyamakan kedudukan pada menit ke-78.

Ia juga memberi umpan kepada Matt O’Riley untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-83 dalam debutnya di Liga Primer.

City yang berada di posisi kedua tetap tertinggal lima poin di belakang Liverpool  setelah mengalahkan Aston Villa nanti.

Kekalahan tim Guardiola dimulai di Tottenham pada Piala Carabao, sebelum kekalahan 2-1 di Bournemouth.

Mereka  juga kekalahan 4-1 di Sporting pada Liga Champions pada hari Selasa lalu ketika City juga unggul terlebih dahulu tetapi hancur di babak kedua.(maq)