edisiana.com – Belgia kembali menaruh harapan besar pada Nicolas Raskin. Gelandang berusia 25 tahun itu diprediksi menjadi salah satu figur kunci saat Red Devils menghadapi Spanyol pada Sabtu dini hari dalam perebutan tiket ke semifinal Piala Dunia.
Di era sepak bola modern, duel di lini tengah kerap menjadi faktor penentu hasil pertandingan. Penguasaan bola, transisi, hingga kemampuan memutus serangan lawan menjadi aspek yang dapat mengubah jalannya laga. Karena itu, peran Raskin diperkirakan akan sangat vital bagi Belgia.
Raskin dikenal sebagai gelandang yang memiliki energi tanpa henti, agresif dalam merebut bola, tetapi tetap tenang ketika menguasai permainan.
Selain piawai membaca situasi, ia juga memiliki kualitas distribusi bola yang membuat ritme permainan Belgia tetap terjaga.
Melansir MD, karakter tersebut membuat mantan pelatih Belgia, Bob Martinez, menyamakan Raskin dengan legenda Italia, Gennaro Gattuso.
Meski perbandingan itu lebih mengacu pada determinasi, etos kerja, dan intensitas permainannya, Raskin dinilai memiliki kemampuan teknis yang membuatnya lebih komplet dalam membangun serangan.
Menghadapi Spanyol yang identik dengan penguasaan bola dan sirkulasi umpan cepat, duel di sektor tengah diprediksi akan menjadi medan pertempuran utama.
Raskin dituntut tidak hanya memutus aliran bola lawan, tetapi juga menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan Belgia.
Jika mampu memenangkan pertarungan di lini tengah, peluang Belgia untuk mengimbangi bahkan mengalahkan Spanyol akan semakin terbuka.
Di laga dengan tensi tinggi seperti perempat final Piala Dunia, performa Nicolas Raskin bisa menjadi pembeda yang menentukan langkah Red Devils menuju empat besar.(maq)









