Matteo: Pep Paling Takut dengan Klub Italia

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mendali runner-up karena gagal meraih kemenangan di final Piala Champions. Foto: AFP

edisiana.com – Legenda Chelsea Roberto Di Matteo menuding Pep Guardiola paling takut ketemu klub Italia. Sebab, tim Pep Guardiola pernah dua kali dikalahnya.

Juara Premier League sampai saat ini masih difavoritkan untuk pertandingan final Champion di Istanbul pada dinihari nanti. Manchester City musim ini tampil luar biasa. Dengan merebut dua tropi yang kedua Piala FA.

The Sky Blues telah menyingkirkan Real Madrid di semi-final dan bertemu Inter di final. Tim Serie A itu mencoba menghentikan City menyelesaikan treble.

Namun, Di Matteo percaya Guardiola takut menghadapi tim Italia, lantaran mengetahui tantangan apa yang bisa mereka berikan.

BACA JUGA:  Partai Final Konferensi Chelsea Vs Betis: Duel Si Kaya dan Si Miskin

“Kami tidak sepenuhnya fit tetapi yakin kami bisa melakukannya. Inter memiliki semangat yang sama, mereka tidak terlihat seperti tim yang ketakutan,” ujar Di Matteo dilansir Football Italia pada Kamis kemarin.

“Guardiola lebih dari seorang pelatih, dia seorang visioner, tapi dia tahu betapa kompetitifnya orang Italia dan dia sangat takut pada kami,” imbuhnya menegaskan.

Manajer Manchester City sendiri mengatakan pertandingan final melawan Inter Milan ini suatu yang berat. “Jujur saja saya, ini hadiah terbaik,” ucap Pep.

Di Matteo saat mengasuh Chelsea pernah mengalahkan Barcelona asuhan Guardiola di semifinal pada 2012. Bahkan mengalahkan Bayern Munich di final melalui adu penalti.

Dia yakin Inter bisa mengambil inspirasi dari tim Chelsea-nya untuk mengatasi rintangan di Turki akhir pekan ini. LKami bukan favorit; semua orang tahu itu,” kata pria 53 tahun itu.

Namun, perbandingan dengan Inter tidak sepenuhnya akurat karena Manchester City tidak bermain di kandang sendiri dan Simone Inzaghi dapat mengandalkan tim penuh.

“Pep Guardiola memiliki tim yang luar biasa, tetapi Inter memiliki peluang. Sisi Chelsea saya mengajarkan bahwa dengan motivasi segalanya menjadi mungkin,” tutupnya.(maq)