Total Aset BP Batam Rp53,4 Triliun

611
Ari Wahyuni. Foto: Humas BP Batam

Batam, edisiana.comWakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, memaparkan total aset BP Batam pada tahun 2020 senilai Rp53,4 triliun, di luar pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan lahan dan pengelolaan pulau-pulau di sekitar Batam.

“Pendapatan atas aset BP Batam didominasi oleh Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan. Di dalamnya terdiri dari pengelolaan air bersih, gedung dan hunian serta fasilitas rekreasi,” jelas Purwiyanto dalam pertemuan dengan Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Usaha (BLU), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, Ari Wahyuni, pada Jumat, 9 April 2021.

BACA JUGA:  Awal Pandemi, Tak Bisa Berobat ke Singapura dan Malaysia, RSBP Batam Jadi Rujukan Warga Kepri

Selain Fasling, Badan Usaha lainnya, seperti pelabuhan, bandara dan rumah sakit turut berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan BP Batam.

“Realisasi anggaran target PNBP atas penerimaan BP Batam Tahun 2021 adalah Rp1,67 triliun. Sedangkan untuk realisasi triwulan I bulan Januari-Maret 2021 berada pada angka Rp305 miliar, dengan surplus Rp107 miliar,” ungkap Purwiyanto dalam rilisnya pada Jumat, 9 April 2021.

Direktur PPK BLU Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Ari Wahyuni, mengatakan, ruang lingkup aset yang dikelola BP Batam sangatlah beragam hingga memerlukan expertise di setiap bidangnya.

BACA JUGA:  Cegah Pencemaran Waduk, BP Batam Bangun STTR

“Tantangan target PNBP luar biasa yang harus kita selesaikan bersama, karena pertumbuhan ekonomi yang dituntut Pemerintah Pusat tahun ini dari minus 2 persen menjadi positif 5,3 persen. Sehingga mau tidak mau kita harus melakukan reformasi yang fundamental di dalam mengelola mandat dalam masing-masing BLU, khususnya BP Batam,” kata Ari Wahyuni.

Ia juga menekankan pentingnya terobosan, sehingga BLU sebagai agen pemerintah dapat “berlari lebih kencang” dari Satuan Kerja biasa, dengan adanya Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama (IKU).

BACA JUGA:  Enam Pegawai BP Batam Pensiun

“Momen ini jangan sampai terlewatkan. Dibutuhkan juga kombinasi SDM yang pas, ditambah manajemen strategis yang baik. Ketika tuntutan saingan bisnis sangat besar, harus memiliki otorisasi kepemilikan aset pula. Sehingga pembenahan administrasi legalisasi juga diperlukan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Direktur PPK BLU juga menyarankan agar BP Batam membuat tools yang berisikan tidak hanya reward, namun juga punishment. Sehingga apa yang dicita-citakan BP Batam dapat tercapai didukung dengan kinerja yang baik.(maq)

BAGIKAN