edisiana.com – Nottingham Forest akan menjamu Wolverhampton Wanderers pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Laga Liga Inggris itu bukan sekadar soal tiga poin. Nasib Sean Dyche ikut dipertaruhkan.
Forest memang masih punya jarak aman. Unggul tiga poin atas West Ham United yang terpuruk di peringkat ke-18.
Namun, keunggulan itu bisa lenyap. Syaratnya satu: West Ham mampu menundukkan Manchester United pada malam ini.
Situasi tersebut membuat kursi Dyche mulai goyah. Padahal, pelatih asal Inggris itu baru saja masuk nominasi manajer terbaik Liga Premier edisi Januari.
Forest juga sempat tampil solid. Empat laga tanpa kekalahan mereka catatkan sebelum akhirnya tumbang 1-3 dari Leeds United di Elland Road, Jumat lalu.
Tekanan semakin besar karena rekam jejak pemilik klub, Evangelos Marinakis. Musim ini, ia sudah memecat Nuno Espirito Santo dan Ange Postecoglou. Keduanya gagal mendongkrak posisi Forest di klasemen.
Kondisi itu membuat Dyche tak luput dari sorotan. Meski begitu, eks pelatih Burnley tersebut menepis anggapan bahwa kekalahan dari Leeds membuat posisinya di ujung tanduk.
“Pihak pemilik selalu berhubungan dengan saya,” kata Dyche, dikutip dari BBC, pada hari ini.
Menurutnya, Marinakis memahami betul dinamika tim. “Saya sudah menjelaskan kepadanya bahwa perjalanan ini tidak akan pernah sepenuhnya mulus. Ada hari-hari baik, ada juga hari yang kurang baik,” ujarnya.
Forest sendiri baru saja bermain imbang 1-1 melawan Crystal Palace. Hasil itu diraih dalam kondisi sulit. Mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Neco Williams diganjar kartu merah.
“Dia memberi selamat kepada saya,” ucap Dyche, merujuk pada Marinakis.
Kini, Forest dituntut bangkit. Jika terpeleset lagi saat menjamu Wolves, tekanan itu bisa berubah menjadi keputusan besar.(maq)











