MU di Persimpangan, Solskjaer Atau Carrick

Ole Gunnar Solskjaer. Foto: Getty Images

edisiana.com – Manchester United kembali ke mode darurat. Kepergian Rúben Amorim membuka pintu lama di Old Trafford—dan dua wajah familiar langsung muncul ke permukaan: Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick. Aroma nostalgia menyeruak, keputusan besar menanti.

Carrick bergerak cepat. Mantan jenderal lini tengah United itu—yang pernah menjadi tangan kanan Solskjaer dan bahkan sempat memegang kemudi sementara—sudah bertemu dengan para petinggi klub awal pekan ini. Isyaratnya jelas: Carrick siap naik kelas.

Namun Solskjaer belum berkata kata terakhir. Menurut Express, Sabtu ini, sang pahlawan treble 1999 dijadwalkan duduk satu meja dengan direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada. Agenda?

Masa depan kursi panas United. Bagi Ole, ini bukan wilayah asing—ia pernah datang sebagai penyelamat, dan sejarah mencatat namanya.

BACA JUGA:  Manchester United Ajukan Tawaran Mengejutkan untuk Benjamin Šeško Senilai Hingga €85 Juta

Ironi tak terelakkan: sekali lagi, Solskjaer berpeluang menggantikan pelatih asal Portugal. Pada Desember 2018, ia masuk menggantikan José Mourinho. Kini, setelah Amorim, cerita lama bisa terulang.

United harus memilih: kontinuitas dan ketenangan Carrick, atau romantisme dan pengalaman Ole. Old Trafford menahan napas. Drama klasik ala United kembali dimulai.(maq)