edisiana.com – Sepak bola Jerman kembali mempertontonkan kegilaannya. Enam gol. Drama hingga menit akhir. Eintracht Frankfurt dan Borussia Dortmund saling mencabik tanpa ampun di Taman Deutsche Bank.
Tak ada pemenang, tak ada yang benar-benar kalah. Skor akhir: 3-3, laga yang berdenyut sampai peluit terakhir. Dortmund datang dengan dada dibusungkan.
Tekanan langsung mereka lepaskan sejak menit awal, dan hasilnya cepat. Menit ke-10, Maximilian Beier muncul sebagai algojo. Umpan silang Julian Ryerson disambut tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang. Sunyi seketika di stadion Frankfurt.
Namun Frankfurt bukan tim yang mudah ditaklukkan. Can Uzun mengembalikan nyawa tuan rumah lewat titik putih. Penalti dieksekusi dingin. Skor 1-1, sekaligus menutup babak pertama yang panas.
Babak kedua? Lebih gila lagi.
Dortmund kembali memimpin. Felix Nmecha melepas tembakan kaki kanan yang menghujam sudut kiri bawah gawang Frankfurt. Hitam-kuning kembali di atas angin.
Tapi Frankfurt menolak menyerah. Younes Ebnoutalib menyambar umpan terobosan Arnaud Kalimuendo di jantung kotak penalti. Bola meluncur ke tengah atas gawang. Stadion meledak. 2-2!
Drama belum selesai.
Menit ke-92, Mahmoud Dahoud membuat Frankfurt seolah menyentuh kemenangan. Tembakan ke sudut kanan atas gawang Dortmund. Gol. Euforia. Tiga poin sudah di depan mata.
Namun sepak bola selalu punya akhir yang kejam.Tiga menit berselang, Carney Chukwuemeka muncul sebagai penyelamat Dortmund. Gol penyeimbang. 3-3. Tamat.
Hasil ini membuat kedua tim masih tertinggal jauh dari Bayern Munich di puncak Bundesliga. Jarak 11 poin menjadi pengingat: drama boleh gila, tapi tahta masih milik Bayern.
Satu malam, enam gol, dan Bundesliga kembali menunjukkan: di Jerman, sepak bola tak pernah kehabisan cerita.(maq)










