edisiana.com – AC Milan membalikkan dunia di Turin. Dari tertinggal dua gol, Rossoneri bangkit luar biasa dan menutup Selasa dini hari dengan kemenangan 2-3 dan melesat ke puncak klasemen Serie A, sejajar poin dengan Napoli.
Padahal laga dimulai seperti mimpi buruk untuk pasukan Massimiliano Allegri. Baru 10 menit berjalan, Torino sudah unggul lewat penalti Nikola Vlasic.
Tak lama berselang, Duván Zapata menggandakan keunggulan setelah menyambar umpan silang—lagi-lagi—dari Vlasic. Stadion Olimpico Grande Torino pun bergemuruh.
Namun Milan menolak tenggelam. Adrien Rabiot menjadi pemantik kebangkitan dengan tendangan kaki kiri yang tak terhadang, memanfaatkan servis Fikayo Tomori, membuat skor kembali hidup sebelum jeda.
Babak kedua menjadi panggung Christian Pulisic. Masuk pada menit ke-66, pemain AS itu langsung mengubah jalannya pertandingan.
Pertama, ia menyambar umpan Alexis Saelemaekers untuk menyamakan skor. Lalu, seperti seorang eksekutor dingin, ia menuntaskan assist Ricci untuk melengkapi remontada spektakuler Milan.
Di balik euforia kemenangan ini, Milan tetap mendapat kabar buruk: Rafael Leao harus ditarik keluar pada menit ke-31 karena cedera, digantikan Samuele Ricci. Sebuah pukulan yang bisa berdampak panjang bagi Rossoneri.
Torino? Dari awal yang menjanjikan, mereka justru ambruk. Melansir MD, kekalahan ini membuat pasukan Marco Baroni turun ke posisi ke-16—dan yang paling pedih, mereka kehilangannya setelah membuka laga dengan performa menjanjikan.
Milan pulang membawa tiga poin dan aura calon juara. Di Turin, mereka menunjukkan: Rossoneri tidak pernah mati.(maq)










