Xavi: Bek Pertama Saya Adalah Striker, dan Penjaga Gawang sebagai Penyerang Utama

476
Xavi Hernandez. Foto: Sport1

Bola, edisiana.com – Xavi Hernandez resmi menjadi palatih Barcelona. Mantan gelandang timnas Spanyol ini diumumkan di depan hampir 10.000 pendukung di Camp Nou pada hari Senin, 8 November 2021. 

Xavi pun menandatangani kontraknya di lapangan di depan keluarganya dan pendukung. 

Xavi mengatakan akan mengubah pola permainan Barcelona.  Yang taktis dan mendominasi bola. 

“Pada akhirnya, idenya sama dengan Johan Cruyff. Bek pertama saya adalah striker, dan penyerang pertama saya adalah penjaga gawang. Kami harus bekerja secara taktis, menekan tinggi dan mendominasi bola,” ucapnya seperti dilansir ESPN pada Senin kemarin. 

BACA JUGA:  Greenwood Rampas Posisi Sancho, 100 Persen Jadi Masalah

“Ini bukan tentang menjadi tangguh tetapi memiliki aturan. Saya akan mencoba membantu para pemain, secara pribadi dan profesional. Saya tahu betapa melelahkannya secara psikologis bermain untuk klub ini,” imbuhnya. 

Menurut Xavi, penting baginya untuk menerapkan aturan dan lebih menuntut kepada tim. “Baru setelah itu, kita bisa berbicara tentang nilai, tentang rasa hormat dan sikap, karena jika kita tidak memiliki nilai, kita tidak memiliki tim,” tuturnya. 

BACA JUGA:  Pemilik Everton Mau Jual Klubnya dengan Teman Donald Trump

Kemudian langur Xavi, kita bisa melihat modelnya, bagaimana kita bermain, bagaimana kita menyerang, bagaimana kita membela.

Mantan pelatih Al Sadd mengambil alih Barca dengan status tanpa kemenangan empat kali pertandingan LaLiga dan kini berada di urtiamo kesembilan dalam klasemen. 

Semenjak di Al Sadd, sebenarnya Xavi telah dua kali ditawari me jadi pelatih di Barca. Ketika zaman Presiden Josep Maria Bartomeu. 

Namun ditolaknya. Alasan Xavi, karena waktunya tidak tepat untuk dia dan keluarganya, dan  tidak ada kepsatian klub juga menundanya.

BACA JUGA:  Manchester City Prank RB Leipzig

“Sejak presiden Joan Laporta menelepon kali ini, saya tidak ragu,” kata Xavi. Ia mengungkapkan juga sempat akan ditarik Brasil sebagai staf pelatih Tite untuk Piala Dunia 2022.

“Memang benar ada pendekatan dari Brasil, tetapi kembali ke Barcelona adalah impian saya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Laporta, dia presiden terbaik yang pernah dimiliki klub, dan ini adalah momen yang tepat,” ungkap mantan pemain Catalan ini.(maq)

BAGIKAN