edisiana.com – Masa depan Kylian Mbappé bersama Real Madrid mulai menjadi sorotan. Bintang asal Prancis itu dikabarkan berpotensi meninggalkan Santiago Bernabéu pada akhir musim ini. Namun, jika benar-benar memilih angkat kaki sebelum kontraknya berakhir, Mbappé harus siap menghadapi konsekuensi serius.
Melansir MD menyebutkan, bukan sekadar urusan finansial, kepergian Mbappé berpotensi berbuntut sanksi olahraga. Sebab, striker berusia 27 tahun tersebut masih terikat kontrak dengan Los Blancos selama dua tahun lagi.
Dalam situasi itu, Real Madrid memiliki hak untuk menuntut kompensasi atas kerugian yang timbul akibat pelanggaran kontrak. Besaran ganti rugi bakal bergantung pada kondisi dan fakta dalam setiap kasus.
Sejumlah faktor yang dapat diperhitungkan antara lain nilai jasa pemain, biaya transfer yang hilang atau nilai transfer, biaya mendatangkan pemain pengganti, hingga kerugian lain yang dialami klub.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Statuta Transfer Pemain yang disebut mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Regulasi itu menjadi salah satu acuan dalam menentukan konsekuensi apabila terjadi pemutusan kontrak secara sepihak.
Namun, persoalan Mbappé tak berhenti pada potensi tuntutan ganti rugi. Ancaman yang lebih berat bisa muncul apabila pemutusan kontrak terjadi selama masa perlindungan (protected period).
Dengan mempertimbangkan usia Mbappé yang kini 27 tahun, masa perlindungan tersebut mencakup tiga tahun pertama kontraknya.
Jika Mbappé dianggap melanggar kesepakatan dan Real Madrid mengajukan pengaduan kepada FIFA, sang pemain berpotensi menghadapi hukuman larangan tampil dalam pertandingan resmi selama empat bulan. Sanksi itu dapat berlaku setelah keputusan diberitahukan kepada pemain.
Bahkan, dalam kondisi yang dinilai memberatkan, durasi hukuman bisa bertambah menjadi enam bulan. Situasi tersebut tentu berpotensi mengganggu kiprah Mbappé bersama klub maupun tim nasional Prancis.
Meski demikian, penerapan sanksi olahraga memiliki ketentuan tersendiri. Masa hukuman akan ditangguhkan selama jeda antara pertandingan resmi terakhir pada suatu musim dan pertandingan resmi pertama pada musim berikutnya. Ketentuan itu mencakup kompetisi piala domestik maupun kejuaraan antarklub internasional.
Selama periode penangguhan tersebut, Mbappé masih dapat memperkuat tim nasional Prancis sesuai ketentuan yang berlaku.
Ada satu hal penting yang bisa menjadi jalan keluar. Sanksi tersebut tidak diberlakukan apabila kontrak diakhiri berdasarkan kesepakatan bersama antara pemain dan klub.
Artinya, jika Mbappé benar-benar ingin meninggalkan Real Madrid lebih cepat, negosiasi dengan manajemen Los Blancos bisa menjadi faktor penentu. Sebab, keputusan hengkang bukan hanya menyangkut masa depan karier, tetapi juga berpotensi membawa konsekuensi finansial dan olahraga yang tidak ringan.(maq)










