Spalletti Dipecat Usai Kekalahan Telak Italia dari Norwegia, Tapi Masih Akan Tangani Laga Lawan Moldova

Luciano Spalletti saat menginstruksikan timnya di pinggir lapangan. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, resmi dipecat menyusul kekalahan memalukan 0-3 dari Norwegia dalam laga kualifikasi Piala Dunia. Meski demikian, Spalletti masih akan memimpin skuad Italia dalam pertandingan berikutnya melawan Moldova pada Senin malam.

Kabar pemecatan ini disampaikan langsung oleh Spalletti dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 8 Juni, sehari sebelum laga kontra Moldova.

“Semalam, saya bertemu dengan Presiden Federasi Sepak Bola Italia, Gabriele Gravina. Ia mengatakan kepada saya bahwa saya akan dicopot dari jabatan pelatih tim nasional,” ujar Spalletti seperti dinukil dari ESPN pada hari ini.

BACA JUGA:  Courtois Absen Bela Belgia di Kualifikasi Piala Dunia Akibat Cedera Punggung

Meski sudah mengetahui nasibnya, Spalletti tetap menunjukkan profesionalismenya. “Saya tidak berniat menyerah. Saya lebih memilih tetap menjalankan tugas saya. Saya akan berada di sana pada hari Senin melawan Moldova, lalu kami akan menyelesaikan kontrak,” tambahnya.

Spalletti diangkat menjadi pelatih Italia pada September 2023, menggantikan Roberto Mancini. Ia sempat membawa Italia lolos ke Euro 2024, namun performa buruk di turnamen tersebut dan kekalahan memalukan dari Norwegia memperbesar tekanan terhadap dirinya, yang akhirnya berujung pada pemecatan.

BACA JUGA:  City Mau Bikin Parade Mudik Bersamo Beetham Tower

Sementara itu, sejumlah nama mulai disebut sebagai calon pengganti Spalletti. Di antaranya adalah Stefano Pioli — mantan pelatih AC Milan yang kini menukangi klub Arab Saudi, Al Nassr. Pioli pernah membawa Milan meraih gelar Serie A dan dinilai sebagai kandidat kuat.

Nama lain yang juga muncul adalah Claudio Ranieri. Meskipun baru saja pensiun untuk kedua kalinya setelah membesut AS Roma musim lalu, pelatih berusia 73 tahun itu diyakini masih membuka peluang kembali ke pinggir lapangan, apalagi jika tawaran yang datang berasal dari tim nasional negaranya sendiri.(maq)