City Pecahkan Kutukan 89 Tahun di Anfield

Pemain City merayakan kemenangan atas Liverpool. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Manchester City menorehkan sejarah yang nyaris terlupakan. Tim asuhan Pep Guardiola akhirnya mampu menundukkan Liverpool baik di kandang maupun tandang dalam satu musim liga. Dan ini—sebuah pencapaian yang baru terulang hampir 89 tahun kemudian.

Kemenangan 2-1 di Anfield pada Minggu malam dirayakan bak gelar juara. Peluit akhir langsung memicu ledakan emosi di kubu City: ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan kekuasaan di wilayah yang selama puluhan tahun nyaris tak tersentuh.

Menukil MD, Anfield, stadion yang kerap menjadi mimpi buruk bagi tim tamu, kali ini tak lagi angker. City tampil dingin, matang, dan penuh keyakinan—cerminan sempurna dari proyek Pep yang telah mencapai fase kematangan tertinggi.

Sorotan khusus jatuh pada Erling Haaland. Striker Norwegia itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

BACA JUGA:  City Gesa Kedatangan Gvardiol ke Etihad

Gol yang ia cetak bukan hanya menentukan kemenangan, tetapi juga gol Liga Primer pertamanya di Anfield—sebuah momen personal yang terasa seperti pembebasan.

City pergi dari Liverpool bukan hanya membawa kemenangan, tetapi juga pesan jelas: dominasi mereka bukan kebetulan, dan sejarah pun kini mulai berpihak pada biru langit Manchester.(maq)