edisiana.com – Liga di Eropa terutama Inggris sudah mulai melakukan ujicoba menggunakan kartu biru. Kartu ini diberikan kepada pemain dan official yang memandang sinis wasit dalam pertandingan.
Wasit akan mempunyai wewenang untuk menunjukkan kartu biru untuk pelanggaran sinis yang menghentikan serangan yang mengancam, dan perbedaan pendapat terhadap ofisial pertandingan.
Kartu tersebut juga dapat dikeluarkan untuk mengonfirmasi bahwa seorang pemain harus diberikan kartu merah jika mereka menerima dua kartu biru dalam sebuah pertandingan atau kombinasi kartu kuning dan biru.
Langkah revolusioner ini akan menjadi warna kartu baru pertama yang diperkenalkan ke sepak bola papan atas sejak kartu merah dan kuning diadopsi pada Piala Dunia 1970.
Ujicoba tidak akan dilakukan selama pertandingan tingkat atas, meskipun pertandingan Piala FA dan Piala FA Wanita dapat digunakan untuk pengujian tahun depan.
FA dilaporkan kini mempertimbangkan untuk menjadi sukarelawan di kompetisi musim depan. 
Namun peerapan itu mendapat kritikan dari berbagai pihak. Seperti Legenda Arsenal Paul Merson mengecam gagasan itu. Dia menganggap kartu biru sebagai buang-buang waktu. Yang mana hal itu akan mematikan permainan dan menciptakan sepak bola paling membosankan yang pernah ada.
“Anda akan mendapati 10 pemain duduk di belakang bola sepanjang waktu, itu akan menjadi sepak bola paling membosankan yang pernah ada. Ini benar-benar hanya membuang-buang waktu, hanya membuang-buang waktu,” terangnya dikutip dari Daylimail pada hari ini.
Bos Tottenham Ange Postecoglou, Sean Dyche dari Everton, dan Roy Hodgson dari Crystal Palace termasuk di antara manajer Liga Premier yang sebelumnya menyuarakan penolakan mereka terhadap kartu biru.
Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional akan mengumumkan langkah tersebut pada hari Jumat ini. Menurut The Telegraph, kartu ini yang akan memungkinkan wasit mengeluarkan pemain selama sepuluh menit karena perbedaan pendapat dan pelanggaran sinis.(maq)
Liga Inggris Akan Terapkan Kartu Biru










