Wawako Batam Temukan Limbah Oli di Destinasi Pariwisata

727

Batam, edisiana.com – Wakil Wali Kota ((Wawako) Batam, Amsakar Achmad menemukan limbah tumpahan minyak di bibir pantai Nongsa. Karena ada temuan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun akan membentuk petugas khusus untuk mengetahui kandungan oli hitam tersebut.

Kasus limbah minyak hitam atau sludge oil seperti dilansir mediacenter.batam.go.id. kerap mencemari destinasi wisata pantai di wilayah Nongsa. “Karena ini (limbah minyak) sudah berlangsung lama, setiap musim utara datang, pasti terjadi,” ujar Amsakar.

Oleh karena itu, Amsakar akan membentuk petugas khusus yang akan melibatkan pihak terkait mengecek kandungan yang ada dalam limbah tersebut.

BACA JUGA:  Maaf City! Paqueta Tidak Dijual

Ia mengaku, ke depan harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani limbah minyak hitam tersebut.

Ia pun langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyusun SOP tersebut. “Para pelaku pariwisata sangat peduli dalam kebersihan destinasi wisata, alhamdulillah kita semua punya rasa memiliki terhadap Batam. Dengan kebersamaan ini, semua pekerjaan berat menjadi ringan,” katanya saat melakukan gotong royong massal bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kawasan Batam Kota, Sabtu pagi, 8 Januari 2021.

BACA JUGA:  Messi, Neymar, dan Mbappe akan Jadi Masalah Financial Fair Play

Bersama Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, Amsakar memantau goro di dua lokasi di Legenda Bali.

Setelah dari Batam Kota, ia bersama Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, turun memantau dua lokasi Goro yang berdekatan di Bengkong. Dari Bengkong, ia melanjutkan pantauan di wilayah Melcem, Batuampar.

Kemudian Amsakar melanjutkan pemantauan ke kawasan pantai di sekitar Nuvasa Bay, Nongsa. Orang dua di Pemko Batam itu memantau para pelaku pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang ikut membersihkan sampah dan limbah tumpahan minyak di bibir pantai. Selepasnya, ia menuju Kabil di dekat Kompleks Ruko Kaliban, Nongsa.

BACA JUGA:  Batik Batam Bisa Masuk Pasar Ekspor

Karena hanya bisa turun langsung di empat kecamatan, maka di kecamatan lain Amsakar mengaku terus memonitor melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin dan beberapa Asisten di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

“Selain itu, saya kontak langsung Pak Camat masing-masing. Pantauan saya, goro terselenggara dengan baik dan seluruh Satuan Forkopimda, TNI/Polri serta komponen masyarakat ikut andil menyukseskannya,” terangnya.(maq)

BAGIKAN