Bola  

Proyek Xabi Alonso di Real Madrid Diambang Kehancuran

Xabi Alonso gagal membawa Madrid ke final Piala Dunia Antarklub. Foto: via Mundo Deportivo

edisiana.com – Proyek kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid dikabarkan berada di ujung kehancuran. Setelah melewati November yang buruk, kekalahan terbaru dari Celta Vigo membuat posisi pelatih asal Basque itu kian tertekan.

Performanya bersama Los Blancos merosot tajam, dan tekanan dari internal klub semakin menguat.

Menurut laporan Mundo Deportivo (MD), Alonso yang tiba pada musim panas lalu sebenarnya membawa harapan besar. Manajemen yakin ia dapat menyegarkan suasana ruang ganti yang sebelumnya dianggap mulai jenuh di bawah Carlo Ancelotti.

Para petinggi klub ingin sosok pelatih yang tegas, bukan sekadar administrator. Para pemain pun diminta beradaptasi dengan filosofi Alonso—bukan sebaliknya.

BACA JUGA:  Mascherano Akui Inter Miami Lebih Lemah dari PSG, Tapi Yakin Messi Bisa Bikin Perbedaan

Namun, situasi berkata lain. Sejak awal musim, gesekan antara Alonso dan sejumlah pemain bintang mulai terasa. Direktur klub bahkan mulai mempertanyakan keputusan mereka merekrut legenda Liverpool dan Real Sociedad tersebut.

Salah satu yang pertama menunjukkan ketidaksenangan adalah Vinícius Júnior. Ketegangan memuncak di ajang Piala Dunia Antarklub, ketika ia mendapati dirinya tidak masuk rencana starter dalam laga melawan PSG.

Meski akhirnya tetap bermain akibat cedera Trent, momen itu menjadi sinyal jelas bagi Vinícius bahwa perannya tidak lagi sentral di bawah kepemimpinan Alonso.

BACA JUGA:  Tiga Gol Fernandes Bawa MU ke Perempat Final Liga Eropa

Hal tersebut diperburuk oleh proyek besar Alonso yang dibangun mengelilingi Kylian Mbappé—bintang baru yang digadang-gadang menjadi poros utama permainan Madrid. Perubahan prioritas ini disebut membuat beberapa pemain lama merasa tergeser.

Di tengah tekanan tersebut, muncul kabar bahwa Manchester City memberikan “kesempatan” bagi Alonso untuk tetap aman di kursi pelatih Madrid—sebuah strategi diplomatis yang menambah dinamika hubungan antar klub papan atas Eropa.

Dengan hasil buruk yang terus berdatangan dan ruang ganti yang kian retak, masa depan Xabi Alonso di Santiago Bernabéu kini benar-benar berada di ujung tanduk.

BACA JUGA:  Comeback Brutal dari Liverpool, Ekitike Dua Gol, Wirtz dan Konaté Satu Gol

Apakah proyek ambisiusnya bisa diselamatkan, atau justru berakhir lebih cepat dari perkiraan? Waktu akan menjawab.(maq)