Batam, edisiana.com – Taman Kota di dekat Simpang Jam, Baloi sudah rampung dibangun. Taman dengan nama Dang Anom itu dibangun menggunakan dana corporate sosial responsibility (CSR) perusahaan swasta itu sebagai daya tarik untuk wisatawan.
Menariknya, di taman itu telah disediakan spot foto. Dengan latar belakang, samping Laluan Madani. Lalu berhias sayap burung garuda, dan dipercantik warna-warni dari lampu hias. Dari angle ini, ada lampu payung, dan menara hias.
Wali Kota Batam, HM, Rudi mengatakan, pembangunan taman tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercantik Batam dan memberikan fasilitas bagi warganya untuk berwisata. “Pembangunan Batam terus dilakukan, sejumlah taman sudah kita bangun untuk memperkuat Batam sebagai kota wisata,” tuturnya seperti dilansir mediacenter.batam.go.id pada Selasa, 8 Desember 2020.
Menurutnya, taman yang diambil nama dari pahlawan Melayu itu, masih tahap awal. Nanti tambahnya, pembangunan taman tersebut akan terus dilanjutkan hingga Simpang Kepri Mall. Yang mana anggarannya bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan CSR.
“Kalau ada CSR, langsung kita bangun untuk kepentingan masyarakat Batam,” kata Rudi.
Kepala BP Batam itu berharap sejumlah perusahaan di Batam mau menyalurkan dana CSR demi pembangunan daerah dan bisa dinikmati semua masyarakat Batam. “Masih terus kita kumpulkan, semoga pembangunan taman ini segera rampung,” ujarnya.
Selain itu, Rudi juga mengungkapkan, pembangunan yang ada saat ini sebagai upaya Batam menyambut wisatawan. Ia berharap, masalah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) segera berakhir dan wisatawan bisa datang dan menikmati keindahan Batam.“Kita juga bangun jalan lima lajur sebagai akses terpenting untuk membuat wisatawan dan masyarakat Batam nyaman,” kata Rudi.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan, taman kota itu menjadi ikon baru Kota Batam. Karena di dalam taman berdiri menara hias setinggi 11 meter, payung hias serta fasilitas penunjang lain.
Taman Dang Anom ini, sedikitnya ada tiga manfaat yang didapatkan. Pertama menambah estetika kota, berimplikasi pada upaya peningkatan kepariwisataan, dan menambah ruang publik bagi masyarakat. “Berbanggalah dengan Batam kini. Batam yang terus berbenah agar memiliki daya tarik tersendiri,” ia melanjutkan.
Taman ini berada di posisi strategis karena berada di jalan utama yang menghubungkan sejumlah wilayah Batam. Dari bandara ke pusat bisnis, Nagoya. “Taman ini akan menjadi daya tarik turis yang datang ke Batam,” pungkasnya.(maq)











