edisiana.com – Masa depan Erik ten Hag ditentukan rapat eksekutif bos Manchester United pada hari ini. Namun Thomas Tuchel sudah disebut-sebut sebagai calon penggantinya. Apa sih prestasi mantan manajer Bayern Munich itu?
Thomas Tuchel , yang telah menganggur sejak meninggalkan Bayern Munich pada akhir musim lalu.
Tapi menjelang musim transfer kemarin ditutup Tuchel makan siang dengan Sir Jim Ratcliffe, pemilik klub Manchester United. Kendati demikian United tetap memakai Ten Hag.
Ratcliffe adalah pengagum mantan manajer Paris Saint-Germain dan Chelsea tersebut , meskipun diketahui bahwa beberapa orang lain di tim eksekutif United memiliki keraguan.
Menurut Mail Sport, Tuchel, seorang manajer dengan rekam jejak meninggalkan pekerjaan dalam keadaan tertekan, akan sepadan dengan kerepotan yang harus dihadapi jika United meninggalkan Ten Hag.
Tuchel terus dianggap sebagai salah satu manajer elit di dunia sepak bola, pelatih papan atas yang telah memenangkan penghargaan terbesar.
Ia mempersembahkan trofi pertama bagi Borussia Dortmund dalam lima tahun terakhir melalui DFB Pokal pada tahun 2017.
Dia juga memenangi gelar Ligue 1 pada musim pertamanya di PSG sebelum menindaklanjutinya dengan Treble domestik dan penampilan di final Liga Champions pada musim keduanya.
Pelatih Jerman itu telah memenangi Liga Champions bersama Chelsea empat bulan setelah mengambil alih dari Frank Lampard.
Sebagai bukti kemampuannya untuk mengubah situasi yang tidak berfungsi dan dengan cepat mengubahnya menjadi mesin pemenang.
Para pendukung Tuchel menunjuk pada gaya sepak bola menyerang dan seru yang telah ia tampilkan di berbagai klub. Ia membuat PSG jauh lebih cerdik di Eropa, salah satu area kelemahan terbesar mereka.
Dalam 50 pertandingan pertamanya sebagai pelatih Chelsea, Tuchel mencatatkan 24 clean sheet dan hanya kebobolan 24 gol.
Sehingga menjadi contoh konsistensi dalam bertahan. Tidak ada tim di lima liga top Eropa yang memiliki catatan lebih baik dalam rentang waktu tersebut.
Bos Man City Pep Guardiola-lah yang memuji gaya permainan Tuchel pada tahun 2022.
“Ia sangat kreatif. Salah satu dari sedikit manajer yang terus-menerus mengajari saya cara berkembang menjadi manajer yang lebih baik,” puji Guardiola.(maq)











