City Menang di Arbitrase, Delapan Klub Kompak Berikan Bukti Baru

Pemain Manchester City merayakan kemenangan. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Delapan tim papan atas kompak ingin melengserkan Manchester City dari Premier League. Mereka kini memberikan bukti baru yang memberatkan juara Liga Inggris.

Delapan tim itu, Arsenal dan Manchester United, Wolves, Liverpool, West Ham, Brentford, Bournemouth dan Fulham semuanya memberikan bukti yang merugikan tim asuhan Pep Guardiola.

Pada hari Senin, 7 Oktober Manchester City memperoleh kemenangan hukum yang bersejarah melawan Liga Premier. Dan hakim memutuskan bahwa beberapa aturan sponsor kompetisi tersebut tidak melanggar hukum. 

Peraturan Transaksi Pihak Terkait (APT) ditujukan untuk mencegah perusahaan yang terkait dengan pemilik klub sepak bola untuk secara sengaja membayar lebih untuk kesepakatan dengan klub itu sendiri. 

BACA JUGA:  Aubameyang Habis Jatuh Ketimpa Tangga

Aturan tersebut diberlakukan menyusul pengambilalihan Newcastle United oleh Arab Saudi dalam upaya untuk menghentikan pemilik kaya menggunakan hubungan ini untuk meningkatkan pendapatan tim mereka.

Sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak uang tanpa melanggar aturan financial fair play.

Dalam kasus City, peraturan tersebut menyebabkan Liga Premier menolak   kesepakatan sponsor baru yang telah dibuat klub dengan Etihad pada akhir tahun 2023, serta perjanjian kedua dengan bank yang berpusat di Abu Dhabi. 

BACA JUGA:  Kane, Sang Penyelamat Abadi! Bayern Lolos dari Malu di Mainz

Sebuah panel yang terdiri dari tiga hakim pensiunan kini memutuskan liga telah salah karena menghentikan kesepakatan tersebut karena unsur-unsur regulasi ATP melanggar Undang-Undang Persaingan. 

Keputusan ini akan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia sepak bola Inggris. Dan dipandang sebagai pukulan besar bagi kepala eksekutif Liga Premier Richard Masters. Sebab akan mengubah arah tata kelola keuangan liga di masa mendatang.

Bahkan dapat memengaruhi hasil di masa mendatang dengan mempermudah klub-klub yang memiliki pemilik superkaya untuk mengatur kesepakatan sponsor yang menguntungkan, serta mempermudah pembelian dan penjualan pemain antar klub dengan pemilik yang sama.(maq)