edisiana.com – Manajer Prancis Didier Deschamps membela kapten Kylian Mbappé di tengah kritik terhadap penampilan buruk sang striker tersebut di Euro 2024.
Mbappé baru mencetak satu gol di turnamen ini. Yakni di penalti di pertandingan terakhir grup melawan Polandia. Dengan Prancis mencapai semifinal meski tidak mencetak gol dari permainan terbuka.
Deschamps menggantikan pemain terbaru Real Madrid di perpanjangan waktu saat mereka menang di perempat final atas Portugal melalui adu penalti. Mbappé mengatakan dia meminta untuk dikeluarkan.
“Tidakkah menurutmu dia sudah cukup membuat sejarah, dengan apa yang telah dia lakukan sejauh ini? Dia ingin membuat lebih banyak sejarah,” kata Deschamps melalui televisi Prancis Téléfoot.
“Kami melakukan semua yang kami bisa dengannya, dengan staf medis, untuk membuatnya berada di sini. Selama persiapan, dia juga mengalami sedikit masalah punggung, tetapi Kylian ada di sini,” imbuhnya.
Deschamps juga menanggapi anggapan bahwa jika dia tidak sepenuhnya fit, Mbappé dapat dicadangkan untuk mencoba memulai serangan tim yang lemah.
Sang penyerang terpaksa memainkan sebagian besar turnamen dengan mengenakan masker. Akibat mengalami patah hidung yang bertabrakan dengan Kevin Danso dalam pertandingan grup pembuka timnya melawan Austria.
“Meski dia tidak dalam kondisi 100 persen, saya tahu betul bahwa bagi lawan, mengetahui dia bermain membuat mereka berpikir dan memaksa mereka untuk beradaptasi,” ujar Deschamps seperti dilansir ESPN pada hari ini.
Sementara itu rekan setimnya Randal Kolo Muani dan Youssouf Fofana mendukung Mbappé mencetak hattrick seperti di Piala Dunia di Qatar.
“Kylian adalah pemain yang mencetak tiga penalti di final Piala Dunia. Saya tidak tahu banyak pemain yang mencapai prestasi ini. Saya hanya tahu satu,” ucapnya.
Kolo Muani menambahkan, Mbappé memiliki bakat membawa tim Prancis di kejuaraan besar. “Dia memiliki banyak pengalaman dan saya pikir dia dilahirkan untuk membawa tim maju,” ujarnya.(maq)










