edisiana.com – Brentford menorehkan malam bersejarah di St James’ Park. Kemenangan dramatis 3-2 atas Newcastle United. Dan bukan sekadar tiga poin, melainkan akhir dari penantian 92 tahun tanpa kemenangan di markas The Magpies.
Yang mana sebuah kutukan yang akhirnya runtuh di bawah sorotan lampu dan tekanan atmosfer panas Tyneside.
Brentford, yang sedang berada dalam performa puncak, menunjukkan ketangguhan luar biasa dan menuntaskan kemenangan ganda atas Newcastle — pertama kalinya sejak musim 1934–35, saat kedua tim masih berlaga di Divisi Kedua.
Pertandingan sempat terlihat akan berakhir imbang. Kapten Newcastle Bruno Guimarães mengonversi penalti dengan tenang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 ketika laga menyisakan 11 menit.
St James’ Park bergemuruh, dan momentum tampak kembali ke tangan tuan rumah. Namun drama belum selesai.
Pada menit ke-85, Dango Ouattara — yang tampil impresif sepanjang laga — muncul sebagai pembeda.
Dengan ketenangan luar biasa, ia menembakkan bola rendah melewati sela kaki Nick Pope, membungkam stadion dan memicu ledakan kegembiraan di bangku cadangan Brentford. Skor berubah menjadi 3-2, dan sejarah pun tercipta.
Di sisi lain, menurut BBC, malam itu menjadi semakin kelam bagi Newcastle. Eddie Howe harus menelan kekalahan ketiga berturut-turut di semua kompetisi, di tengah suara cemoohan dari para pendukung sendiri — sebuah sinyal bahaya yang kian nyaring bagi The Magpies.
Brentford pulang membawa lebih dari sekadar kemenangan. Mereka membawa pulang sejarah.(maq)











