edisiana.com – Chelsea pulang dengan tangan hampa dari Craven Cottage. Sebuah gol indah Harry Wilson di menit-menit akhir memastikan Fulham memenangkan derby London barat dan memperdalam luka The Blues di musim yang penuh gejolak.
Chelsea lebih dulu terpukul pada menit ke-55 ketika Raul Jiménez menanduk bola dengan sempurna untuk membawa tuan rumah unggul. Namun respons datang cepat.
Liam Delap muncul di jantung kotak penalti dan menyamakan kedudukan dari jarak empat yard, setelah bola memantul kembali dari tiang kiri menyusul situasi sepak pojok dan sundulan Antonee Robinson yang nyaris berbuah gol bunuh diri.
Saat laga tampak mengarah ke hasil imbang, Fulham menemukan momen magisnya. Sembilan menit sebelum bubar, Harry Wilson memperdaya Jorrel Hato dengan sentuhan cerdas di dalam kotak penalti.
Tanpa ragu, ia melepaskan setengah voli mematikan ke sudut kiri gawang, membuat Robert Sánchez tak berkutik. Sebuah gol yang layak dikenang.
Chelsea sejatinya sudah menghadapi gunung terjal sejak menit ke-22. Marc Cucurella menarik Wilson yang lolos, dan wasit menganggapnya sebagai pelanggaran profesional. Kartu merah pun melayang, memaksa The Blues bermain dengan sepuluh orang hampir sepanjang laga.
Di bawah komando manajer sementara Calum McFarlane, disiplin kembali menjadi masalah. Kartu merah Cucurella menambah daftar panjang: kartu merah kedelapan Chelsea musim ini di semua kompetisi, termasuk satu yang diterima mantan pelatih Enzo Maresca saat selebrasi kemenangan dramatis melawan Liverpool pada Oktober lalu.
Melansir BBC kekalahan ini membuat Chelsea melorot ke posisi kedelapan klasemen Liga Premier. Fulham, sementara itu, berhasil menyamai perolehan poin rival sekotanya—31 poin dari 21 pertandingan—dan menegaskan bahwa derby London barat kali ini milik mereka.(maq)











