Warga Malaysia Dibolehkan Melancong Keluar Negeri

547
Konsul Malaysia untuk Riau, Wan Nurshima Wan Jason saat diterima Sekda Pemko Batam, Jefridin Hamid. Foto: MCB

Batam, edisiana.com – Konsul Malaysia untuk Riau, Wan Nurshima Wan Jason, mengatakan pemerintah Malaysia sudah membolehkan warganya untuk melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

“Kami sudah membolehkan liburan ke luar negeri. Karena Indonesia masih tutup, pelancong saat ini banyak berlibur ke New Zealand dan negara-negara di Eropa,” katanya seperti dilansir mediacenter Batam.

Nurshima berharap, negara tetangga, seperti Indonesia, kembali membuka pariwisata untuk Malaysia di masa pandemi Covid-19. “Kami menyambut baik rencana Indonesia membuka kunjungan wisatawan khususnya di Batam, Bintan, dan Bali,” ucapnya.

BACA JUGA:  Diproyeksi Masjid Tanjak Rampung Setelah Lebaran

Konsulat Malaysia di Pekanbaru sempat mengunjungi Pemerintah Kota Batam untuk menjajaki sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19 pada Rabu, 3 November 2021. Kunjungan Konsulat Malaysia itu diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, di Kantor Wali Kota Batam.

Selama kunjungannya ke Batam, Konsulat Malaysia mengunjungi beberapa instansi seperti imigrasi hingga ke Bintan. “Untuk memastikan semua aturan di Indonesia, maka kami datang dulu ke Batam untuk memastikan itu,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jadi Kota Modern, BP Komit Bangun LRT

Jefridin mengatakan sektor pariwisata menjadi andalan Batam dalam meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, pariwisata sangat penting dalam menunjang pembangunan Batam. “Mudah-mudahan, Covid-19 segera berakhir dan pariwisata kembali bangkit,” katanya.

Dalam kesempatan itu Jefridin juga menjelaskan, pihaknya masih kebijakan pusat, untuk kunjungan wisatawan asing. Namun, ia menegaskan dalam waktu dekat pembukaan pintu masuk akan dilakukan melalui kebijakan travel bubble.

BACA JUGA:  PT. WIK Produksi Satu Juta Mesin Pembuat Kopi

Dan sambil menunggu keputusan tersebut, Jefridin mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menangani pandemi Covid-19.(maq)

BAGIKAN