edisiana.com – Tim nasional Bosnia dan Herzegovina tampil perkasa dalam laga kualifikasi Piala Dunia dengan membantai tuan rumah San Marino dengan skor telak 6-0, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico, Serravalle, hari ini.
Edin Džeko, mantan striker Manchester City dan Inter Milan, menjadi bintang lapangan dengan mencetak brace (dua gol) di babak kedua.
Sejak awal laga, Bosnia langsung tampil menekan. Pada menit ketujuh, Džeko sudah mengancam gawang San Marino setelah menerima umpan dari Haris Hajradinović, namun sepakan pertamanya masih melambung di atas mistar.
Tak lama berselang, Kerim-Sam Alajbegović memberikan umpan matang ke dalam kotak penalti, namun tendangan Džeko kali ini melebar ke sisi kanan gawang. Peluang demi peluang terus diciptakan, termasuk lewat sepakan Benjamin Tahirović yang masih mampu ditepis oleh kiper San Marino, Edoardo Colombo.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-21. Benjamin Tahirović akhirnya membuka skor untuk Bosnia usai menerima umpan dari Alajbegović. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum, meski San Marino sempat mendapat peluang lewat Nicola Nanni, yang tembakannya ditepis oleh kiper Bosnia, Nikola Vasilj.
Memasuki babak kedua, Bosnia terus melancarkan tekanan. Upaya Alajbegović nyaris menggandakan keunggulan, namun Colombo kembali tampil sigap.
Gol kedua Bosnia baru tercipta di menit ke-70 lewat aksi Džeko yang menerima umpan dari Amar Memić dan menuntaskannya dengan tenang. Lima menit berselang, striker veteran itu mencetak gol keduanya setelah menerima assist dari Esmir Bajraktarević, kali ini dengan tendangan ke sudut kanan bawah gawang.
Bosnia semakin menggila di menit-menit akhir pertandingan. Samed Baždar mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa tim tamu unggul 0-4. Hanya beberapa saat kemudian, Kerim-Sam Alajbegović menambah gol kelima Bosnia.
Pesta gol Bosnia ditutup oleh Nihad Mujakić, yang mencetak gol keenam lewat tembakan akurat ke sudut kanan bawah gawang San Marino.
Dengan kemenangan ini, Bosnia dan Herzegovina menunjukkan performa impresif jelang lanjutan kualifikasi Piala Dunia, sementara San Marino masih harus bekerja keras untuk keluar dari tren buruk mereka di level internasional.(maq)











