edisiana.com – Gelandang Manchester City, Belgia Kevin De Bruyne mengatakan prihatin dengan jadwal padat FIFA dan UEFA di Eropa. Sebab dampaknya terhadap kesehatan dan kinerja pemain.
Ketiga kompetisi klub Eropa telah diperluas menjadi 36 tim musim ini. Dan serikat anggota FIFPRO Eropa telah memulai tindakan hukum terhadap FIFA atas perluasan Piala Dunia Antarklub putra menjadi 32 tim. Kejuaraan ini akan dimulai Juni mendatang di Amerika Serikat.
“Masalah sebenarnya akan muncul setelah Piala Dunia Antarklub,” kata De Bruyne menjelang melawan Israel pada hari Jumat kemarin. Belgia akhirnya menang 3-1 dengan De Bruyne mencetak dua gol.
“Kami tahu hanya akan ada tiga minggu antara final Piala Dunia Antarklub dan pertandingan pertama Liga Primer. Jadi, kami punya waktu tiga minggu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk 80 pertandingan berikutnya,” terangnya seperti dilansir ESPN pada hari ini.
Sementara serikat pemain sepak bola FIFPRO mengatakan pihaknya sedang mengajukan keluhan kepada regulator antimonopoli Uni Eropa mengenai kalender pertandingan internasional FIFA.
FIFPRO mengatakan beberapa pemain hanya memiliki waktu istirahat sebesar 12 persen dalam setahun. Merupakan akibat dari penyelenggara kompetisi tidak memprioritaskan kesejahteraan pemain.
“Mungkin tahun ini semuanya akan baik-baik saja, tetapi tahun depan bisa jadi bermasalah. Asosiasi Pesepakbola Profesional di Inggris dan asosiasi pemain lainnya telah mencoba mencari solusi,” tambahnya.
“Masalahnya adalah UEFA dan FIFA terus menambah pertandingan, dan kami dapat menyampaikan kekhawatiran, tetapi belum ada solusi yang ditemukan. Tampaknya uang berbicara lebih keras daripada suara pemain,” jelasnya.
Sebuah laporan oleh Pusat Studi Olahraga Internasional (CIES) mengatakan tidak ada bukti yang jelas mengenai peningkatan beban kerja pemain elit sejak tahun 2000-an.
Pusat penelitian independen di Swiss, yang didirikan pada tahun 1995 dalam usaha patungan yang melibatkan FIFA, melaporkan juara bertahan Piala Dunia Antarklub, City, memainkan hampir 63 persen pertandingan resmi mereka dalam kompetisi yang diselenggarakan liga selama musim 2023-2024.
Pertandingan persahabatan klub menyumbang 4,8 persen dari total pertandingan City sementara pertandingan yang diselenggarakan FIFA menyumbang 3,2 persen dan pertandingan UEFA menyumbang 17,7 persen.
Musim lalu, Inggris mencatat jumlah pertandingan domestik beruntun tertinggi (87) di antara liga-liga top Eropa, dengan klub-klub Liga Primer mencatat waktu pemulihan terpendek di antara pertandingan, yakni 67,3 jam.(maq)











