edisiana.com – Pelatih Roma Jose Mourinho punya kebiasaan unik. Kalau menang baru bisa menangis dan bila kalah justru sebaliknya. Kini mantan manajer Chelsea itu terancam hukum larangan 10 pertandingan.
Hukuman yang akan dijatuhkan kepadanya bermula dari final Liga Europa musim lalu. Saat bertemu dengan Sevilla. Klub Spanyol itu menang melalui adu penalti.
Kekalahan itu pertama kalinya bagi Mou sapaan akrabnya di kancah Eropa. Mourinho, yang memimpin tim Italia Roma meraih kejayaan di Liga Konferensi Europa musim sebelumnya.
Pada laga melawan Sevilla itu, Mou merasa marah kepada wasit Inggris Anthony Taylor yang memimpin pertandingan. Dia menilai wasit itu sama saja wasit umumnya di Spanyol.
Bahkan kemarahannya makin tak terkontrol. Menyebut wasit Premier League itu sebagai penjahat sialan. Hingga fans Roma ikutan marah.
Wasit Taylor dan keluarganya dihadang di bandara oleh fans Roma saat mau terbang ke Inggris. Pendukung Roma sempat melempar kursi serta botol minuman-minuman mineral.
Wasit Eropa lalu memberikan hukuman kepada Mourinho sebanyak empat kali dilarang ikut mendampingi timnya.
Mantan wasit Premier League, Mark Halsey mengecam tindakan Mou dan fansnya. Dia meminta kepada perwasitan memberikan sanksi tambahan.
Manajer asal Portugal yang menjuarai Liga Europa bersama United pada 2017 itu kini buka-bukaan soal berbagai pengalamannya di kompetisi Eropa.
“Memenangkan Liga Europa bersama Manchester United adalah perasaan normal bagi saya,” kata Mourinho seperti dilansir MetroSports pada Kamis ini.
“Tetapi, Roma-Sevilla… jika saya mengatakan apa yang saya pikirkan, saya akan dilarang bermain 10 pertandingan,” imbuhnya.
Begitu juga Roma-Leicester semifinal Liga Konferensi Europa 2022 sama pentingnya dengan kemenangan seperti Roma-Feyenoord (final Liga Konferensi Europa 2022).
“Saya tidak pernah menangis di lapangan setelah kekalahan. Terkadang, saya menangis setelah menang dan dua pertandingan ini bersejarah bagi Roma,” pungkasnya.(maq)
Mourinho Menangis Kalau Timnya Menang











