Leverkusen Hampir Pasti Amankan Gelar Pertamanya

Florian Wirtz dapat mengonversi penalti. Foto: via ESPN

edisiana.com – Bayer Leverkusen mengamankan gelar liga pertamanya sesudah menang 1-0 atas Union Berlin pada Sabtu malam, 6 April. Kini mereka unggul 16 poin di puncak klasemen dan enam pertandingan tersisa.

Tim asuhan Xabi Alonso, yang belum pernah kalah dalam 41 pertandingan di semua kompetisi musim ini, bisa meraih gelar perdananya di Bundesliga. Trofi pertama dalam 31 tahun jika menang di kandang melawan Werder Bremen pekan depan.

Mereka mengumpulkan 76 poin dengan enam pertandingan tersisa. Sementara tim peringkat kedua Bayern Munich mengumpulkan 60 poin menyusul kekalahan mengejutkan 3-2 di Heidenheim, kekalahan kedua berturut-turut di liga.

BACA JUGA:  Mahrez Dipuji - puji Pep Guardiola

“Saya sangat bangga dengan tim. Kami mempersiapkan diri dengan baik dan memiliki mentalitas yang tepat. Situasi saat ini sangat baik bagi kami dan kami akan merayakan sesuatu minggu depan,” kata Xabi Alonso seperti dilansir ESPN pada hari ini.

“Tetapi sebelum pekan depan ada Liga Europa dan di situlah fokusnya sekarang,” ucapnya menambahkan.

Leverkusen, yang telah lama dicemooh sebagai: Neverkusen karena kurangnya trofi dalam beberapa dekade terakhir. Tapi sekarang lolos ke final Piala Jerman. Mereka juga akan menghadapi West Ham United pekan depan di leg pertama perempat final Liga Europa.

BACA JUGA:  Elche Kalahkan Levante 2-0, Rodrigo Mendoza Cetak Gol di Laga Debut LaLiga

“Saya tidak suka dibandingkan. Kami punya cara kami sendiri dalam melakukan sesuatu dan kami sudah melakukannya seperti itu sejak awal dan kami berkembang dengan cara itu,” jelas Alonso.

“Kami ingin terus melaju dengan cara yang sama, tak peduli apakah itu Liga Europa atau Piala Jerman,” tegasnya.

Meskipun terdapat serangkaian peluang, tim asuhan Alonso harus menunggu hingga akhir babak pertama hingga Florian Wirtz dapat mengonversi penalti.

Beberapa menit sebelumnya Union mengeluarkan Robin Gosens setelah mendapat kartu kuning kedua.Union tidak pernah benar-benar melakukan comeback.

Saat pemainnya tertinggal di babak kedua dan Leverkusen hanya perlu mengendalikan permainan. Bahkan dengan mudah mempertahankan tiga poin untuk menyamai rekor liga tak terkalahkan dalam 28 pertandingan berturut-turut.(maq)