edisiana.com – Manchester United sudah datang, tawaran sudah di meja. Tapi jawabannya tegas: tidak. Luis Enrique menutup pintu untuk Old Trafford dan justru bersiap mengikat masa depannya lebih lama di Paris Saint-Germain.
Pelatih asal Spanyol itu memang masuk daftar teratas kandidat manajer permanen United. Bahkan, menurut laporan Daily Express, para petinggi Setan Merah terbang langsung ke Paris demi membujuk mantan arsitek Barcelona tersebut. Misi rahasia, hasilnya nihil.
Kontrak Enrique bersama PSG sejatinya masih berlaku hingga akhir musim 2026–2027, setelah ia mengantar klub ibu kota Prancis itu meraih kejayaan Liga Champions musim lalu.
United mencoba memainkan kartu spekulasi: membujuknya agar menunda atau menolak perpanjangan kontrak. Namun rencana itu runtuh.
Dari sudut pandang Enrique, proyek United bukan panggilan yang tepat. Ada keraguan besar: stabilitas tim, arah proyek, dan terutama kemungkinan absen dari Liga Champions musim depan. Terlalu banyak tanda tanya untuk pelatih yang kini berada di puncak Eropa.
Sementara itu, di Paris segalanya terasa jelas. Enrique sudah duduk satu meja dengan direktur olahraga PSG, Luis Campos, membahas kontrak baru yang akan memperpanjang kebersamaan mereka hingga tahun 2030.
Hubungan kerja keduanya dinilai solid—Campos sendiri baru saja meneken perpanjangan kontrak.(maq)










