edisiana.com – Arijanet Muric menjelma menjadi benteng terakhir Sassuolo dalam malam yang penuh penderitaan. Kiper asal Kosovo itu tampil luar biasa, menahan gempuran tanpa henti Juventus. Namun, sehebat apa pun aksinya, Muric tetap harus menerima kenyataan pahit: Sassuolo kalah telak 0-3.
Dalam laga yang digelar Selasa malam, Juventus langsung mengambil alih kendali permainan sejak menit pertama. Si Nyonya Tua menyerang tanpa ampun, memaksa Muric bekerja keras di hadapan pendukung tuan rumah.
Dari 10 peluang emas yang diciptakan Juventus, tujuh di antaranya digagalkan oleh sang penjaga gawang. Ancaman pertama datang dari Kenan Yildiz.
Pemain muda asal Turki itu mengarahkan tembakan ke sudut kiri bawah gawang, namun Muric dengan refleks cepat berhasil menepis bola.
Tak lama berselang, giliran Khéphren Thuram mencoba peruntungan setelah menerima umpan Jonathan David, tetapi lagi-lagi Muric tampil sigap.
Badai serangan terus berlanjut. Jonathan David hampir membuka keunggulan lewat sepakan ke sudut kanan bawah, namun Muric kembali menjadi mimpi buruk Juventus.
Yildiz pun kembali menguji, kali ini dengan tembakan ke sudut kanan atas, dan sekali lagi Muric terbang menepis bola.
Namun, perlawanan Sassuolo akhirnya retak dengan cara yang menyakitkan.
Tarik Muharremovic salah mengantisipasi bola dan justru mencetak gol bunuh diri, membuat Muric tak berdaya dan Juventus unggul.
Menjelang jeda, Juventus masih terus menekan. Yildiz mendapatkan dua peluang emas di dalam kotak penalti, termasuk setelah menerima umpan dari Thuram, tetapi Muric tetap berdiri tegak di bawah mistar.
Babak kedua tak mengubah skenario. Sassuolo kembali digulung serangan. Thuram mencoba lagi, namun tembok bernama Muric masih kokoh. Sayangnya, ketangguhan itu akhirnya runtuh. Fabio Miretti sukses menyelesaikan peluang dengan tembakan kaki kanan ke sudut kiri bawah.
Pukulan terakhir datang lewat serangan balik cepat. Jonathan David berdiri bebas di tengah kotak penalti dan menceploskan bola ke gawang, kali ini tanpa bisa dihentikan Muric.
Skor 0-3 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Muric boleh kalah di papan skor, tetapi aksinya di bawah mistar gawang menjadi salah satu cerita utama dalam kemenangan meyakinkan Juventus.(maq)










