edisiana.com — Duka mendalam menyelimuti sepak bola Ekuador setelah Nazareno, pemain akademi muda Independiente del Valle, tewas akibat terkena peluru nyasar di rumahnya di kota pelabuhan Guayaquil, Rabu waktu setempat.
Dalam pernyataan resmi, klub menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian sang pemain berusia 15 tahun itu.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus dan dukungan penuh kami kepada keluarga, teman, dan rekan satu timnya selama masa sulit ini,” tulis Independiente del Valle melalui unggahan di media sosial klub seperti dinukil dari ESPN.
Menurut laporan kepolisian, Nazareno yang bermain sebagai gelandang dan penyerang menjadi korban peluru nyasar saat berada di kediamannya.
Tragedi ini menjadikan Nazareno sebagai pemain sepak bola keempat di Ekuador yang tewas akibat tembakan sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, pada September lalu, tiga pemain lain — Maicol Valencia dan Leandro Yépez (Exapromo Costa), serta Jonathan González (22 de Junio) — juga kehilangan nyawa dalam insiden serupa. Kedua klub tersebut merupakan tim dari divisi dua Ekuador.
Nazareno diketahui bermain untuk tim U-18 Independiente del Valle, akademi yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Amerika Selatan.
Beberapa pemain ternama seperti Moisés Caicedo (Chelsea) dan Piero Hincapié (Bayer Leverkusen) juga merupakan lulusan akademi tersebut.
Sejak 2021, Ekuador mengalami lonjakan kekerasan akibat aktivitas geng kriminal yang diduga memiliki hubungan dengan kartel narkoba asal Kolombia dan Meksiko.
Situasi tersebut telah memperburuk kondisi keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Guayaquil — kota terbesar sekaligus salah satu pusat perdagangan utama di negara itu.(maq)











