edisiana.com – Athletic Bilbao membuat San Mamés bergemuruh. Tim asal Basque itu menghancurkan Atlético Madrid dengan kemenangan telak 3-0 dalam pertandingan yang berubah drastis hanya dalam hitungan menit.
Atlético sebenarnya tampil lebih meyakinkan sepanjang babak pertama. Tim asuhan Diego Simeone mampu mengontrol permainan dan membuat Athletic kesulitan mengembangkan serangan. Namun, semuanya runtuh begitu babak kedua dimulai.
Hanya 30 detik setelah jeda, Nico Williams membuka luka Atlético. Sang winger muncul di momen yang tepat untuk mencetak gol yang begitu sering gagal ia dapatkan musim lalu. San Mamés pun langsung meledak.
Belum sempat Atlético mengatur napas, Athletic kembali menghantam. Pada menit ke-48, Robert Navarro menggandakan keunggulan.
Ia menusuk ke dalam sebelum melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke sudut gawang. Dalam waktu kurang dari dua menit, Atlético yang sebelumnya terlihat solid tiba-tiba tertinggal dua gol.
Simeone mencoba mengubah keadaan. Julián Álvarez dimasukkan untuk menambah daya gedor, sementara Cristian Romero, mantan kapten Tottenham, juga dimainkan untuk memperkuat lini belakang dan mengembalikan kendali permainan.
Namun, malam itu sepenuhnya milik Athletic.Ketika pertandingan mendekati peluit akhir, Oihan Sancet memastikan kemenangan tuan rumah dengan gol ketiga.
Atlético akhirnya pulang dari San Mamés tanpa gol dan tanpa jawaban atas keruntuhan mereka di awal babak kedua.
Bagi Athletic, ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah kemenangan yang lahir dari dua serangan beruntun dan memanfaatkan salah satu kehilangan konsentrasi terbesar yang pernah diperlihatkan tim Simeone—sebuah tim yang biasanya dikenal karena mentalitas, disiplin, dan daya saingnya.
San Mamés akhirnya merayakan malam yang sempurna. Athletic menang 3-0, sementara Atlético Madrid harus menelan kekalahan setelah kehilangan pertandingan hanya dalam beberapa menit.(maq)











