edisiana.com – Leicester City harus menelan pil pahit. Otoritas Liga Sepak Bola Inggris menjatuhkan sanksi pengurangan enam poin kepada The Foxes akibat pelanggaran aturan keuangan.
Sanksi tersebut berkaitan dengan aturan Profit and Sustainability Rules (PSR). Dalam regulasi itu, klub Premier League dilarang mencatat kerugian lebih dari £105 juta dalam periode tiga tahun.
Namun, batas kerugian akan dikurangi sebesar £22 juta untuk setiap musim yang dijalani klub di luar kasta tertinggi.
Mengacu laporan BBC, laporan keuangan Leicester untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2024 menunjukkan kerugian sebesar £19,4 juta. Angka tersebut menambah panjang daftar defisit finansial klub dalam beberapa musim terakhir.
Pada laporan keuangan 2022–2023, Leicester mengonfirmasi kerugian sebesar £89,7 juta.
Sementara itu, dalam 12 bulan hingga Mei 2022, klub mencatat kerugian tertinggi sepanjang sejarah mereka, mencapai £92,5 juta.
Kerugian tersebut belum memasukkan sejumlah pengeluaran tambahan, seperti pembangunan infrastruktur dan investasi di sektor sepak bola wanita.
Premier League dan EFL menilai pos-pos tersebut sebagai pengeluaran demi kepentingan jangka panjang klub.
Pengurangan enam poin berlaku seketika. Dampaknya signifikan. Leicester City langsung melorot dari peringkat ke-17 ke posisi ke-20 klasemen Championship. Mereka kini hanya bertahan di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol.(maq)









