edisiana.com – Napoli kembali tersandung. Setelah gagal menang di Serie A pekan lalu, juara Italia itu kini hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Eintracht Frankfurt di hadapan tifosi sendiri pada laga Liga Champions. Seharusnya ini menjadi ajang kebangkitan mereka.
Tim Antonio Conte tampak kehilangan arah. Tanpa Kevin De Bruyne, yang absen karena cedera, kreativitas di lini tengah Napoli seperti menguap begitu saja.
Dominasi penguasaan bola tak berujung pada peluang bersih, dan setiap serangan mentok di tembok pertahanan rapat Frankfurt.
Awalnya, segalanya tampak menjanjikan. Eljif Elmas sempat membuat stadion bergemuruh lewat tendangan silang berbahaya.
Tapi bola malah dibelokkan tanpa sengaja oleh Scott McTominay. Ironisnya, gelandang asal Skotlandia itu justru menjadi simbol frustrasi Napoli malam ini — dua kali membuang peluang emas di babak kedua.
Pertama, sentuhannya terlalu keras saat sudah berhadapan dengan kiper Michael Zetterer; kedua, ia gagal memanfaatkan umpan matang dari Frank Anguissa.
Frankfurt bukannya tanpa peluang, namun sama tumpulnya. Ansgar Knauff, yang masuk sebagai pemain pengganti, sempat memaksa Vanja Milinkovic-Savic bekerja keras. Namun penyelesaian akhir tim tamu juga jauh dari meyakinkan.
Ketika Napoli berusaha mati-matian di menit-menit terakhir, Zetterer tampil sebagai tembok kokoh dengan dua penyelamatan gemilang di masa injury time.
Stadion Diego Armando Maradona terdiam — bukan karena kalah, tapi karena tak ada lagi yang bisa dirayakan.
Melansir BBC menyebutkan Napoli dan Frankfurt sama-sama mengoleksi empat poin dari empat pertandingan. Bagi pasukan Conte, tanda tanya besar kini menggantung: di mana tajamnya sang juara bertahan?(maq)











