edisiana.com – Francesco Pecco Bagnaia tengah menjalani salah satu periode tersulit dalam karier balapnya sejak memulai debut di Kejuaraan Dunia Sepeda Motor pada 2013. Meski begitu, tak bisa dilupakan bahwa pebalap asal Italia ini adalah juara dunia MotoGP dua kali (2022 dan 2023), serta pernah menjuarai kelas Moto2 pada 2018.
Perjalanan Bagnaia menuju kelas utama dimulai setelah empat musim di Moto3 dan dua musim di Moto2. Ia resmi debut di MotoGP pada 2019 bersama tim Alma Pramac Racing Ducati. Saat ini, ia masih menjadi bagian dari tim pabrikan Ducati dengan nomor motor 63.
Dalam penampilan terbarunya di podcast Mig Babol milik Andrea Migno, sang kepala kru Christian Gabarrini mengungkapkan cerita di balik layar mengenai awal kerja samanya dengan Bagnaia di kelas premier.
“Saya mengalami benturan dengan Bagnaia tak lama setelah kami mulai bekerja sama. Awalnya, dia sangat sensitif. Di tahun pertamanya di MotoGP, dia masih membawa beberapa kebiasaan dari Moto2,” ujar Gabarrini seperti dilansir Mundo Deportivo pada Jumat ini.
Gabarrini mengenang satu insiden yang menjadi titik balik hubungan profesional mereka:
“Saya kehilangan kesabaran, padahal saya jarang marah. Saya bilang padanya: ‘Kalau kamu pikir bisa cepat dengan per depan yang lembut, kamu harus tahu itu tidak akan berhasil.’ Dia bereaksi dengan buruk, dan saya tambahkan: ‘Oh, kamu juga sensitif? Kalau begitu kita salah jalan.’ Lalu suasana menjadi hening.”
Namun, momen itu ternyata berdampak positif. Adik perempuan Bagnaia, Carola, bahkan memuji tindakan Gabarrini.
“Carola bilang saya melakukan hal yang benar. Katanya, Pecco butuh seseorang yang bisa bicara apa adanya,” tambah Gabarrini.
Christian Gabarrini bukan nama sembarangan di paddock MotoGP. Selain sukses membawa Bagnaia meraih dua gelar dunia, ia juga pernah bekerja dengan legenda-legenda seperti Casey Stoner, Marc Márquez, dan Jorge Lorenzo.
Meski tengah berada dalam periode sulit, sejarah dan tim di belakang Pecco menjadi pengingat bahwa sang juara belum selesai. MotoGP masih panjang, dan perjuangan untuk bangkit selalu terbuka.(maq)







