Chelsea dan Liverpool Bermain Kacamata

Kai Harvertz gagal memanfaatkan peluang. Foto: Daylimail

edisiana.com – Chelsea dan Liverpool bermain kacamata. Dua-duanya gagal mencetak gol. Namun penampilan The Blues lebih tajam bersama pelatih sementara Bruno Saltor.


Chelsea menjadi tim yang lebih baik dan lebih berbahaya. Tapi, seperti yang sering terjadi selama masa bersama Potter yang naas, mereka gagal memanfaatkan beberapa peluang bersih untuk mencetak gol.

Melansir ESPN, Liverpool terhindar dari kekalahan empat kali berturut-turut di semua kompetisi, namun tidak berbuat banyak untuk menunjukkan bahwa siap untuk masuk empat besar.

Menyusul hasil imbang 0-0 keempat berturut-turut antara dua raksasa Liga Premier yang sedang berjuang, Liverpool duduk di posisi delapan.

Tujuh poin di belakang Tottenham yang berada di urutan keempat dengan 10 pertandingan tersisa. Sementara Chelsea tetap berada di paruh bawah klasemen, di posisi ke-11.

Pada pertandingan ini Chelsea melakukan perubahan di bangku cadangan. Begitu juga Liverpool memiliki susunan pemain baru.

Mohammed Salah, Alexander Arnold dan Robertson duduk dì bangku cadangan. Sedangkan Van Dijk absen karena sakit.

Sementara itu, Saltor membuat dua perubahan dari lineup. Dengan memasuk Kante sebagai starter.

Kante menampilkan performa babak pertama yang penuh aksi, sama-sama mahir dalam menghalangi serangan Liverpool.

Tapi meski mendominasi sebagian besar 45 menit pertama, ketidakmampuan Chelsea untuk menyelesaikan peluang terus membuktikan kegagalan mereka.

Joao Felix yang lincah nyaris mencetak gol setelah hanya empat menit. Namun Matip datang melakukan blok penting. Semenit kemudian, bek tengah Liverpool lainnya, Konate melakukan intervensi vitalnya sendiri ketika melewati garis usai Mateo mengecoh Alisson.

Chelsea memang menguasai bola di gawang Liverpool di pertengahan babak pertama, bahkan James sempat me cetak gol. Tapi dianulir karena Enzo Fernandez terjebak offside.

Hanya di menit akhir babak pertama Liverpool menghasilkan ancaman yang berarti ke gawang Chelsea.

Cerita yang sama berlanjut di babak kedua. Kovacic menyia-nyiakan peluang emas lainnya untuk Chelsea ketika tembakannya melambung tinggi saat bermain bersih.

Tuan rumah kemudian memiliki gol lain yang dianulir, meskipun tidak ada perdebatan tentang keputusan tersebut.

Dimainkan di belakang pertahanan Liverpool oleh Kante, Havertz menembak lurus ke arah Alisson dan meskipun bola memantul langsung ke penyerang Chelsea dan masuk ke gawang.

Tidak butuh waktu lama bagi asisten video wasit untuk memutuskan bahwa tembakan itu mengenai lengan Havertz.

Klopp segera beralih ke bangku cadangannya ketika memasukkan Salah dan Robertson, tetapi baik mereka maupun Chelsea tidak memiliki kualitas atau keunggulan yang diperlukan untuk merebut ketiga poin.(maq)

BACA JUGA:  Suarez: Jangan Bergabung Dulu, Xavi! Karena di Barca Lagi Ada Perang