edisiana.com – Rangers tidak memberi ruang bagi keraguan. Di Ibrox, tim biru kerajaan melumat Kilmarnock 5-1 dan memangkas jarak dengan Hearts di puncak klasemen Liga Utama Skotlandia menjadi hanya tiga poin.
Laga baru berjalan tiga menit ketika segalanya mulai runtuh bagi tim tamu.
Djeidi Gassama berlari menusuk di belakang Dom Thompson, dan bek sayap Kilmarnock itu tak punya pilihan selain menjatuhkannya. Penalti. Kartu merah. Dan aroma kejutan langsung menguap dari udara Glasgow.
James Tavernier menjalankan tugasnya dengan dingin dari titik putih. Rangers unggul, Kilmarnock pincang, dan pertandingan pun seolah hanya menunggu arah angin.
Lima belas menit awal sepenuhnya milik tuan rumah. Mikey Moore terus mengacak-acak sisi kanan pertahanan Killie, sementara gelombang serangan datang silih berganti.
Namun, Kilmarnock mencoba bertahan dengan memperlambat tempo — dan secara mengejutkan, sempat memiliki peluang emas. Bruce Anderson berdiri bebas, tetapi penyelesaiannya jauh dari kata klinis.
Hanya unggul satu gol di babak pertama terasa janggal, hampir tidak adil. Dan Rangers memastikan anomali itu tak berlanjut lama.
Babak kedua menjadi panggung dominasi total. Kaki-kaki Kilmarnock mulai berat, garis pertahanan meregang, dan Rangers menyerang dengan kecepatan yang kejam.
Bojan Miovski, yang sepanjang laga tampak kesulitan, tiba-tiba melukis momen magis: sebuah tembakan melengkung indah dari tepi kotak penalti yang tak terjangkau.
Tak lama berselang, Andreas Skov Olsen mencatatkan gol pertamanya untuk Rangers — sebuah gol yang terasa seperti pembebasan, disambut sorak Ibrox yang bergemuruh.
Kilmarnock sempat mendapat gol hiburan, tetapi itu datang dari hadiah tak terduga. Jack Butland melakukan kesalahan fatal dalam mengalirkan bola dari belakang, dan Greg Kiltie tanpa ampun menghukumnya dari jarak dekat. Sebuah momen yang ingin segera dihapus dari ingatan sang penjaga gawang.
Namun skor sudah terlalu jauh untuk mengubah nasib. Rangers melihat celah. Oliver Antman dan Moore menambah penderitaan tim tamu dengan dua gol sederhana.
Dan, lahir dari umpan-umpan cepat yang menembus barisan pertahanan yang kehabisan energi.Peluit akhir menutup malam yang sepenuhnya milik Rangers.
Dengan laga Celtic melawan Aberdeen ditunda, menurut BBC, Rangers naik ke posisi kedua klasemen, sementara Kilmarnock tertahan di peringkat ke-11 — membawa pulang bukan hanya kekalahan telak, tetapi juga perasaan kelelahan yang menyeluruh.(maq)










