Riau Berkontribusi dengan Perekonomian Nasional

868
Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin. Foto: RBP

Riau, edisiana.com Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin menyatakan Riau berkontribusi kepada perekonomian nasional. Karena ekonomi di provinsi penghasil minyak ini tumbuh 4, 62 persen.

“Secara spasial, pada tahun 2020 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,62 persen terhadap perekonomian nasional,” imbuhnya seperti dilansir mediacenter.riau.go.id pada Jumat, 5 Februari 2021.

Menurut Misfaruddin, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2020 mencapai Rp729,17 triliun dan atas dasar harga konstan 2020 mencapai Rp490,02 triliun.

BACA JUGA:  Xinyi Glass Holdings Tertarik Investasi di Pulau Rempang

“Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa,” kata dia.

Sebenarnya, tambah Misfaruddin ekonomi Riau tahun lalu itu turun 1,12 persen. Tapi dari sisi produksi, lapangan usaha jasa perusahaan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 24,65 persen.

BACA JUGA:  Total Aset BP Batam Rp53,4 Triliun

“Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 6,39 persen,” terangnya lagi.

Dia juga menjelaskan, pada triwulan IV-2020 ekonomi Riau turun 1,47 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 24,66 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 4,66 persen.

BACA JUGA:  Batam Punya Tujuh Waduk untuk Energi Terbarukan

Ia melanjutkan, sebelum ekonomi Riau triwulan IV-2020 terhadap triwulan tumbuh sebesar 0,90 persen (q-to-q). Dan produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 32,66 persen.

Dan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 26,20 persen. “Namun apabila ekonomi Riau triwulan IV-2020 jika dihitung tanpa migas mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,20 persen,” papar Misfaruddin. (maq)

BAGIKAN