Maroko Menembus Perempat Final Afcon dengan Keringat

Diaz saat mencetak gol untuk Maroko. Foto: via BBC

edisina.com – Rabat menahan napas. Lalu meledak. Brahim Díaz muncul sebagai pembeda untuk membawa Maroko melangkah ke perempat final Piala Afrika 2025, menundukkan Tanzania yang tampil tanpa rasa takut dan penuh perlawanan.

Kembalinya Achraf Hakimi sebagai kapten setelah lebih dari dua bulan absen karena cedera pergelangan kaki langsung memberi energi.

Sang pemimpin memimpin dari depan—bahkan tendangan bebasnya sempat mengguncang mistar gawang, menjadi sinyal bahwa Maroko siap menekan habis-habisan.

Selepas jeda, gawang Tanzania seperti dikepung. Masalanga tampil heroik dengan penyelamatan gemilang dari sundulan jarak dekat Abde Ezzalzouli, sementara Ayoub El Kaabi nyaris mencetak gol saat menyambar umpan silang Hakimi—bola hanya meluncur di sisi gawang.

BACA JUGA:  Kane dan Dani Berebut Sepatu Emas

Namun sebelum momen penentuan datang, Tanzania hampir mencuri mimpi tuan rumah. Feisal Salum mendapat peluang emas setelah Yassine Bounou gagal menangkap tembakan jarak jauh Mohamed Hussein. Bola rebound terangkat… dan melayang tipis di atas mistar. Maroko selamat.

Tak lama kemudian, giliran Brahim Díaz yang berbicara. Dengan ketenangan khas pemain besar, ia memecah kebuntuan dan mengakhiri perlawanan gigih Taifa Stars. Gol yang bernilai lebih dari sekadar angka—gol yang membuka jalan.

BACA JUGA:  Bayangan Messi Kembali Selalu Menggelitik Barcelona

Drama belum usai. Di masa tambahan babak kedua, Tanzania mengajukan protes keras. Iddy Nado terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Adam Masina. Klaim penalti menggema. Wasit bergeming. Laga berlanjut.

Peluit panjang berbunyi. Maroko lolos. Target tetap hidup.

Menurut BBC kini, Singa Atlas menatap tantangan raksasa: Kamerun, juara Afrika lima kali, menanti di perempat final Jumat mendatang. Gelar pertama sejak 1976 masih jauh… tapi malam ini, Maroko kembali percaya.(maq)