Derby Panas PSG Versus Paris

Pemain PSG meluapkan kegembiraannya. Foto: via BBC

edisiana.com – Parc des Princes kembali bicara: Paris milik PSG. Tim Luis Enrique menulis rekor baru dalam Derby Paris dengan kemenangan 2-1 atas Paris FC. Dominasi ditegaskan.

Sejarah diperpanjang. Derby ini jarang terjadi. Terakhir kali kedua tetangga bertemu di Ligue 1 adalah 1978. Saat itu berakhir imbang. Kali ini? Tidak ada kompromi.

Paris FC datang dengan beban: lima laga tanpa kemenangan. Dan sejak peluit pertama, perbedaan kelas langsung terasa. PSG menguasai segalanya—bola, tempo, dan mental.

Kevin Trapp menjadi tembok terakhir Paris FC. Ia menggagalkan peluang Senny Mayulu dan Fabián Ruiz dalam 30 menit pertama. Doué, João Neves, hingga Vitinha ikut menebar ancaman. Satu arah. Tanpa ampun.

BACA JUGA:  Slot Belum Puas dengan Penampilan Tim Liverpool

Gol akhirnya datang di ujung babak pertama. Kesalahan fatal Jonathan Ikoné di lini tengah. Ruiz mencium peluang, mengirim umpan tajam, dan Doué menghukum dari dalam kotak penalti. Parc des Princes meledak.

Babak kedua memberi kejutan. Serangan langka Paris FC berbuah penalti. Alimami Gory dijatuhkan. Geubbels maju. Tenang. Klinis. Bola ke kiri, Chevalier terkecoh. 1-1. Tak terduga.

BACA JUGA:  Madrid Nabung Dulu untuk Beli Mbappe

Namun kegembiraan itu rapuh. Hanya satu menit. PSG langsung menyambar balik. Zaïre- Emery memulai, Dembélé menyelesaikan. Tembakan melengkung dari kanan, membentur pemain lawan, dan mengecoh Trapp. Gol. Jawaban instan.

Paris kembali memimpin. Setelah itu, PSG mengontrol segalanya. Barcola nyaris menutup laga, tapi PSG tak perlu tergesa. Paris FC kehabisan ide, kehabisan napas.

Peluang terbaik mereka datang dari Vincent Marchetti—tendangan rendah dan voli lambung. Semuanya aman di tangan Chevalier.

Peluit akhir berbunyi. PSG menang. PSG berkuasa.Derby ini menurut ESPN, belum selesai. 12 Januari, kedua tim akan bertemu lagi di babak 32 besar Piala Prancis.Babak baru menanti. Tapi satu hal tetap jelas: Paris masih milik PSG.(maq)