edisiana.com — Neymar kembali menjadi Neymar. Dengan aura bintang yang pernah membuat Camp Nou bergetar, sang idola Vila Belmiro mencetak tiga gol hanya dalam 17 menit di babak kedua, Kamis (4 Desember 2025), untuk mengantar Santos menaklukkan Juventude dan menjaga napas mereka di Série A.
Di malam yang panas dan penuh ketegangan, nomor 11 itu menulis ulang sejarahnya sendiri: hat-trick pertama dalam tiga tahun dan yang ke-150 bersama Santos.
Sebuah tonggak yang terasa lebih epik mengingat ia bermain dengan penyangga lutut, menahan rasa sakit yang tak kunjung hilang dari cedera panjang.
Santos selamat—untuk saat ini
Melansir MD, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah oksigen. Santos kini berada di posisi ke-15 dengan 44 poin, dua angka di atas Vitória (42) yang membuka zona degradasi.
Dengan hanya satu laga tersisa—minggu depan melawan Cruzeiro di Vila Belmiro—setidaknya hasil imbang akan cukup untuk mengunci posisi di kasta elite.
Neymar memaksa tubuhnya, memaksa sejarah
Dalam tiga laga terakhir: lima gol dan satu assist. Neymar mungkin tidak berada pada kondisi fisik terbaiknya, tapi sentuhan magis itu masih sama mematikan.
Ia tahu mata dunia—dan mata Carlo Ancelotti—mengarah kepadanya. Piala Dunia 2026 tinggal hitungan bulan, dan Ancelotti sudah berkali-kali menegaskan: “Hanya pemain 100 persen fit yang akan saya bawa.”
Neymar menjawabnya dengan cara yang paling Neymar: dribel, gol, dan drama. Apakah ini cukup untuk menggoyang keputusan sang pelatih? Apakah Piala Dunia akan kembali menunggu bintang terbesar Brasil abad ini?
Yang jelas: di Vila Belmiro, raja telah kembali ke singgasananya.(maq)










