Rico Lewis, Si Bocah Ajaib (Bagian-1): Makin Matang dì Bawah Asuhan Guardiola

256
Lewis saat membobol gawang Sevilla. Foto: BBC

Bola, edisiana.com – Kamis pagi kemarin, Rico Lewis pergi ke kampus. Sejumlah buku diusung di kepalanya di kota Manchester. 

Dia pun duduk di tepi jendela ruangan kampus. Sambil matanya mengolok keluar. Wajahnya begitu senang dan riang. 

Ya, karena kehidupan baru berubah beberapa jam sebelumnya. Dia pencetak gol pertama City saat menjamu Sevilla di Etihad. Lalu ditambah gol Julian Alvarez dan Riyad Mahrez. 

Kegembiraan itu bukan hanya awal karir profesional pertama di Liga Champions tetapi juga gol senior pertama.Sekaligus bocah ajaib itu memecahkan rekor pemain termuda pertama yang mencetak gol. 

BACA JUGA:  Salah Hijrah ke Arab, Liverpool Beli Bowen

Standing ovation yang berkepanjangan diberikan oleh Pep Guardiola ketika dia digantikan Joao Cancelo. 

Cuma bagi orang-orang di sekitar akademi City, pada usia 17 tahun bukanlah kejutan yang nyata. Sebab, sudah banyak pemain sebelum dia meniti karir berbuat yang sama. 

Namun Lewis memilik sejarah yang bagus. Dia telah menjadi kapten tim sepanjang perjalanannya. Dimulai ketika memilih City daripada Bolton Wanderers di level U-9. Karena lebih menonjol dengan Prestwich Pythons di dekat rumahnya di Radcliffe.

BACA JUGA:  Mbappe: Yang Terpenting Bagi Kami Memenangkan Tropi Ligue1

Sejak Pep Guardiola datang ke Etihad pada 2016 Lewis dicekoki cara bermain bola yang kreatif. Dan semua diserapnya dengan matang. 

Lewis sekarang bergerak seperti harapan Guardiola, bergeser ke lini tengah tepat saat dibutuhkan dan mendaur ulang penguasaan bola dengan mudah.

Tidak mengherankan jika Bayern Munich telah mengamati dengan seksama, atau bahwa klub Bundesliga lainnya sudah tertarik dengan kesepakatan pinjaman Januari sebelum penampilannya melawan Sevilla. 

BACA JUGA:  Alvarez Beri Signal, Messi Pindah ke City?

Tapi City akan mulai membahas kontrak baru selama beberapa bulan mendatang. Dan Guardiola, yang belum pernah melihatnya bermain sebelum tur musim panas Amerika, sudah berbicara tentang bagaimana keandalan yang mengesankan.

“Dia serbaguna. Dia cocok dengan Pep dan akademi membuatnya bermain sebagai pemain sayap atau gelandang bertahan juga,” kata sumber Dailymail dì Manchester City. 

“Jujur saja ini tentang banyak anak muda, tetapi anak ini benar-benar ingin menjadi pemain. Ada mentalitas ini padanya,” imbuhnya menegaskan.(maq/bersambung)

BAGIKAN