edisiana.com – Gelandang Manchester United Casemiro mengajak pemilik minoritas baru klub, Sir Jim Ratcliffe bercermin kepada Manchester City. Agar mencontoh klub yang bermarkas di Etihad dalam membangun tim ke puncak sepakbola Inggris.
United baru saja disingkirkan City di Etihad pada hari Minggu malam, kalah 3-1 meskipun gol pembuka Marcus Rashford dicetak lebih awal.
Dan merupakan derby Manchester pertama sejak kepemilikan Sir Jim Ratcliffe di Old Trafford. Sekaligus menjadi pengingat akan jurang pemisah antara kedua tim.
“Kami punya cermin di sini, yaitu City, dan mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik,” jawab Casemiro ditanya terkait Sir Jim Ratcliffe akan mengembalikan kejayaan United.
“Itulah tujuan besarnya, kami juga harus rendah hati menerima bahwa mereka adalah kelompok minoritas. Saat ini, bukan dalam sejarah, sebagaimana sejarah Manchester United berbicara sendiri, namun mereka saat ini adalah tim yang harus dikalahkan. Semua orang ingin mengalahkan City,” tambahnya dikutip dari ESPN pada Senin ini.
Ratcliffe, yang merupakan pemilik dan CEO perusahaan kimia INEOS, telah berjanji untuk menyingkirkan City dalam waktu tiga tahun mendatang. Dia menargetkan Setan Merah juara Liga Inggris dan Champions.
Ada harapan bahwa kedatangan miliarder Inggris, ini memicu kebangkitan setelah lebih dari 10 tahun tanpa gelar. Yakni periode kejayaan City telah memenangkan Liga Premier sebanyak enam kali.
“Tentu saja, ketika orang-orang dari luar datang, yang ingin menambah dan mengembangkan level klub, itu selalu penting,” ucap Casemiro menjelaskan.
Mantan pemain Madrid ini berharap pemilik baru klubnya bisa tumbuh bersama dengan tim. “Karenaa penting bagi klub untuk memiliki orang-orang yang ingin berkembang di sini,” tutur gelandang asal Brasil itu.
United unggul melawan City di babak pertama berkat serangan luar biasa dari Rashford. Tapi City mengubah menjadi yang terbaik di babak kedua.
Tim besutan Pep Guardiola berhasil melepaskan 27 tembakan ke gawang. Sementara United hanya tiga tembakan di sepanjang pertandingan.
Erik ten Hag berpendapat bahwa hasil tersebut belum menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kedua tim. “Tidak, menurut saya tidak, sama sekali tidak,” ujar manajer United itu.
Alasan Ten Hag karena sejumlah pemain mengalami banyak cedera. “Margin yang sangat kecil dan kami bisa saja mencetak gol kedua dalam momen yang masih bisa diperdebatkan,” imbuhnya.
Menurut dia, bila semua pemainnya fit tentu Derby Manchester ini akan beda.”City, pada saat ini, adalah tim terbaik di kompetisi ini. Jangan lupakan ini. Kami hampir saja menang atau setidaknya mendapat satu poin di sini,” tutupnya.(maq)











